batampos- Buruh yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Batam menggelar aksi unjuk rasa di depan kawasan PT ASL Shipyard, Batuaji, Rabu (22/10) pagi. Massa mendatangi perusahaan dengan membawa spanduk besar berisi tuntutan mereka.
Spanduk tersebut bertuliskan penegakan aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di perusahaan galangan kapal dan menolak outsourcing dan mendesak seluruh pekerja subkon PT ASL beralih menjadi pekerja tetap.
“Kami geram dengan PT ASL ini, hanya mencari untung di negeri ini,” ujar orator dari atas mobil.
Massa buruh juga meminta PT ASL bertanggung jawab penuh atas insiden 2 kecelakaan kerja yang berlangsung dalam 4 bulan ini. Dimana kecelakaan tersebut merenggut puluhan nyawa pekerja.
BACA JUGA: Usai Demo, Walikota Batam Amsakar Ajak Driver Online Diskusi
“Setiap terjadi kecelakaan kerja, yang disalahkan selalu subconnya. Jangan dikira kami buruh kalau diinjak diam terus,” sambung orator.
Orator juga mengancam akan mendatangi lebih banyak massa buruh ke lokasi. Untuk itu mereka meminta meminta managemen PT ASL menemui mereka dan memberikan penjelasan serta jawaban atas tuntutan tersebur.
“Kami akan turun (demo) sampai keadilan kaum buruh ini tercapai,” ungkapnya.
Pantauan Batam Pos dilokasi, kawasan perusahaan ini hanya dipadati massa buruh. Tak terlihat para pekerja maupun perwakilan menagemen perusahaan.
“Hari ini tak ada yang kerja, dihentikan sementara,” ujar seorang sekuriti di lokasi.
Menurut dia, penghentian aktivitas di PT ASL ini dilakukan untuk mengantisipasi kericuhan dan keributan. Sehingga seluruh pekerja diliburkan hingga situasi kondusif. “Takutnya memanas, ribut. Jadi diliburkan,” katanya.
Sementara Kabagops Polresta Barelang, AKP Yudi, mengatakan dalam demo ini pihaknya mengerahkan 105 personel untuk pengamanan. Personel terdiri dari 80 personel Polresta Barelang dan 25 personel Polda Kepri.
“Pengamanan dari personel Gabungan Polresta dan Polda Kepri,” ujarnya.
Ia menjelaskan pengamanan yang dilakukan personel tersebut meliputi kawasan demo atau PT ASL serta lalu lintas di jalan Tanjung Uncang.
“Personel juga ditempatkan di persimpangan. Sehingga kegiatan ini dipastikan aman, tertib, dan lancar,” tutupnya. (*)
Reporter: Yofi



