Rabu, 1 April 2026

Calon Penumpang Pesawat dari Batam Tujuan Lombok Ditangkap, Selundupkan Sabu di Dubur

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos– Modus penyelundupan narkoba semakin canggih. Inilah yang dilakukan tiga calon penumpang pesawat dari Batam tujuan Lombok. Ketiga tersangka menyembunyikan sabu-sabu di dubur mereka agar tak ketahuan petugas. Beruntung, aksi ketiga tersangka dapat digagalkan jajaran Lanud Bandara Hang Nadim bersama dengan petugas Bea Cukai Batam, Jumat (8/4) lalu. Ketiga tersangka Ba, Za dan Z ditangkap akibat membawa narkoba dengan modus rocket atau memasukan ke dalam dubur.

Tiga penyelundup narkoba yang diamankan di bandara hang nadim, batam

Dari ketiga orang ini, petugas mengamankan 12 paket sabu seberat 811,4 gram. “Dari pemeriksaan ketiganya juga positif menggunakan narkoba,” kata Komandan Lanud Hang Nadim Batam Letkol Pnb Iwan Setiawan, Jumat (8/4).

Penangkapan ketiga orang ini, bermula saat mereka akan memasuki terminal keberangkatan Bandara Hang Nadim. Saat memasuki Security Check Point (SCP) pertama, salah seorang dari tiga orang tersebut bertingkat aneh dan mencurigakan.

Hal ini membuat petugas yang berjaga di SCP pertama itu memperhatikannya. Saat petugas mendekat dan mencoba melakukan pemeriksaan manual. Para kurir gelisah, sehingga meningkatkan kecurigaan petugas.

BACA JUGA: Ada 3 Ribu Pecandu Narkoba di Kepri, Kepala BNNP Kepri: Ini Angka Rendah, Tidak Boleh Lengah

“Mereka ini penumpang pesawat Batik Air dari Bandara Hang Nadim tujuan Lombok, yang transit di Jakarta,” ucap Iwan.

Petugas lalu membawa ketiga ke ruang pemeriksaan, guna penyelidikan lebih lanjut. Dari pemeriksaan ketiganya mengaku membawa narkoba, dengan memasukan ke dalam dubur.

“Pengungkapan ini, bentuk komitmen guna menjadi Bandara Internasional Hang Nadim bersih dari narkoba atau barang terlarang lainnya,” tuturnya.

Kepada kurir narkoba, Iwan memperingatkan bahwa tidak ada tempat bagi mereka. Ia mengatakan jajaran TNI AU bersama dengan instansi lainnya, akan terus melakukan pemeriksaan dan pengawasan di Bandara Hang Nadim. Hal itu demi meminimalisir terjadinya penyelundupan narkoba melalui transportasi udara.”Saya tidak ingin Bandara Hang Nadim menjadi tempat penyelundupan sabu,” ucapnya. (*)

Reporter: Fiska Juanda

UPDATE