
batampos – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam terus memperkuat aspek keselamatan lalu lintas di seluruh ruas jalan utama. Salah satunya melalui pemasangan garis kejut (rumble strip) baru serta penambahan rambu-rambu peringatan di jalur Sekupang–Tiban yang selama ini dinilai rawan kecelakaan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, mengatakan bahwa pembenahan tersebut merupakan bagian dari program peningkatan keselamatan berkendara yang kini menjadi fokus utama Dishub. Pemasangan rumble strip dilakukan khususnya di titik turunan menuju lampu merah Tiban yang kerap menjadi lokasi kendaraan melaju kencang.
“Seluruh rambu baru sudah kita pasang untuk keselamatan pengguna jalan. Ke depan, dari semua sisi menuju lampu merah akan kita lengkapi garis kejut. Tujuannya agar kendaraan otomatis menurunkan laju sebelum masuk area persimpangan, terutama yang datang dari arah turunan,” ungkap Leo, Selasa (18/11).
Ia menjelaskan, di jalur Sekupang–Tiban telah terpasang rambu tambahan, termasuk imbauan khusus bagi kendaraan berat untuk tetap berada di jalur kiri. Menurutnya, kendaraan besar yang melintas tanpa pengaturan jalur berpotensi menimbulkan risiko tambahan bagi pengguna jalan lain.
“Dari arah Sekupang menuju Tiban, rambu-rambu sudah lengkap. Kita pasang rambu imbauan untuk kendaraan berat agar tetap di kiri. Ini penting agar arus lalu lintas lebih tertib dan risiko kecelakaan bisa ditekan,” jelasnya.
Leo mengakui bahwa Dishub menerima sejumlah masukan dari masyarakat terkait garis kejut lama yang memudar dan tidak lagi efektif. Masukan warga tersebut menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan prioritas perbaikan.
“Masyarakat itu setiap hari melewati jalur itu, tentu mereka paling tahu kondisi lapangannya. Karena itu, laporan tentang garis kejut yang memudar kita respon cepat dengan pengecatan ulang dan penambahan rumble strip baru,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kondisi marka yang tidak terlihat, terutama saat malam hari dan musim hujan, memang sangat berbahaya. “Kalau marka sudah tidak tampak, kendaraan sering tidak sadar kalau memasuki zona padat aktivitas. Maka dari itu, revitalisasi marka kita lakukan bertahap,” ujarnya.
Selain Sekupang–Tiban, Dishub juga sedang mempercepat pengecatan ulang marka jalan di sejumlah kawasan dengan intensitas kendaraan tinggi.
“Kita sudah petakan titik prioritas. Mulai dari Batam Center menuju Bandara, kawasan depan Politeknik Batam, Panindo, simpang BP Batam, sampai Tiban Center. Semua ini jalur padat yang harus aman untuk semua pengguna jalan,” tegas Leo.
Ia memastikan bahwa pekerjaan dilakukan secara bertahap namun terus berkelanjutan, termasuk pemasangan rambu reflektif untuk meningkatkan visibilitas pada malam hari.
Dengan serangkaian peningkatan ini, Dishub menargetkan angka kecelakaan lalu lintas di kawasan Sekupang–Tiban bisa ditekan, sekaligus menciptakan jalur yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



