Jumat, 13 Februari 2026

Cegah Kekerasan Seksual, SMKN 1 Batam Buka Layanan Pengaduan dan Perkuat Sosialisasi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Sekolah SMKN 1 Batam, Deden Suryana. F. Istimewa

batampos – Manajemen SMK Negeri 1 Batam memperkuat langkah pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi rutin kepada guru dan siswa, pembentukan sistem pengawasan, serta pembukaan layanan pengaduan yang menjamin kerahasiaan pelapor.

Kepala Sekolah SMKN 1 Batam, Deden Suryana, mengatakan sosialisasi menjadi langkah utama agar seluruh warga sekolah memahami bentuk-bentuk kekerasan seksual serta batasan dalam berinteraksi.

“Kami akan rutin melakukan sosialisasi terkait kekerasan seksual, baik kepada guru maupun siswa. Ini penting agar semua pihak paham bentuk-bentuk kekerasan dan batasan dalam berinteraksi,” ujarnya.


Baca Juga: BMKG: Batam Kesulitan Hujan hingga Maret, Waduk Terancam Kering

Selain itu, pihak sekolah juga akan menyebarkan kuesioner atau angket secara berkala kepada siswa. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi lebih dini berbagai persoalan yang dihadapi siswa, termasuk potensi terjadinya kekerasan.

“Kami juga sudah memiliki Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), serta membuka layanan chat pengaduan. Identitas siswa yang melapor kami pastikan aman dan dirahasiakan,” katanya.

Deden menegaskan, peran guru sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan profesional. Guru diminta memahami batasan dalam berinteraksi dengan siswa serta menjunjung tinggi etika pendidik.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dibenarkan di lingkungan pendidikan,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Batam, Erry Syahrial, menilai lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat yang rentan terhadap tindak kekerasan seksual jika pengawasan lemah.

Baca Juga: Nelayan Tercekik Limbah B3, HNSI Batam Naikkan Kasus ke Polda

Menurutnya, sekolah perlu memperkuat sistem pengawasan, salah satunya dengan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di area strategis sekolah.

“Pengawasan itu sangat penting. Salah satunya dengan pemasangan CCTV di area kelas atau lingkungan sekolah agar aktivitas guru dan siswa dapat terpantau,” ujar Erry.

Ia menambahkan, pencegahan harus dibarengi edukasi berkelanjutan mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, baik kepada siswa maupun tenaga pendidik.

“Dengan pemahaman yang baik, siswa akan berani melapor jika mengalami kekerasan, dan guru pun tahu batasan dalam bersikap,” pungkasnya. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update