Jumat, 23 Januari 2026

Cemburu Berujung Maut, Pria di Batam Tewas Dianiaya Pasangan Prianya

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Satreskrim Polsek Batam Kota mengamankan S alias D (kaos putih), tersangka penganiayaan yang berujung kematian terhadap D, di rumah kos di kawasan Legenda, Kecamatan Batam Kota, Minggu (18/1) siang. F. Yofi Yuhendri/Batam Pos

batampos – Kasus penganiayaan berujung kematian terjadi di sebuah rumah kos di kawasan Legenda, Kecamatan Batam Kota, Minggu (18/1) siang. Seorang pria berinisial R (27) tewas setelah dianiaya oleh kekasihnya sendiri, S alias D (17).

Korban mengalami luka parah di bagian kepala setelah dipukul menggunakan batu cobek. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi, membenarkan peristiwa tersebut. Polisi telah mengamankan pelaku di lokasi kejadian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Sampah Liar Marak di Batam Kota, Warga Keluhkan Bau dan Minta TPS

“Pelaku sudah diamankan dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan,” ujar Bobby.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, peristiwa penganiayaan dipicu oleh pertengkaran antara korban dan pelaku yang memiliki hubungan asmara. Konflik bermula dari persoalan kecemburuan.

“Motif sementara karena cemburu. Korban merasa pelaku sering menerima pesan dari pria lain, lalu korban memutuskan hubungan. Pelaku tidak terima,” jelas Bobby.

Pertengkaran tersebut berlanjut di dalam kamar kos hingga terjadi aksi kekerasan. Pelaku mendorong korban hingga terjatuh, lalu memukul bagian belakang kepala korban menggunakan batu cobek.

“Akibat pukulan tersebut, tengkorak kepala korban mengalami retak dan pendarahan serius,” tambahnya.

Baca Juga: ABK Tamark 02 yang Jatuh ke Laut Ditemukan Meninggal Dunia

Seorang tetangga kos, Yoni, mengatakan bahwa pertengkaran antara korban dan pelaku kerap terdengar oleh penghuni kos lainnya. Keduanya diketahui telah tinggal di kos tersebut sekitar lima bulan terakhir.

“Memang sering ribut, pernah dengar suara barang dilempar sampai pecah,” ujarnya.

Menurut Yoni, korban dikenal sering beraktivitas di luar kamar untuk bekerja, sementara pelaku lebih banyak berada di dalam kamar dan jarang berinteraksi dengan penghuni kos lainnya.

Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk memeriksa saksi-saksi dan melengkapi berkas perkara. (*)

Update