
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan 1.220 warga untuk mengikuti program Bimtek dan sertifikasi kompetensi pada 2026. Program ini dirancang berbasis kebutuhan industri dan menjadi bagian dari 15 Program Prioritas ASLI (Amsakar-Li Claudia).
Upaya ditempuh sebagai strategi memperkuat daya saing tenaga kerja lokal di tengah pertumbuhan investasi dan posisi Batam sebagai kota industri sekaligus lokomotif ekonomi nasional.
Melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Pemko Batam mulai memetakan kebutuhan riil dunia usaha, menyusun skema pelatihan, serta menyiapkan dukungan penganggaran agar pelatihan tepat sasaran.
Kepala Disnaker Batam, Yudi Suprapto, menyebut arah kebijakan pelatihan kini difokuskan pada kebutuhan pasar kerja. “Pelatihan diarahkan pada kebutuhan dunia usaha agar lulusan siap kerja,” katanya, Kamis (29/1).
Pendekatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan angka partisipasi pelatihan, tetapi juga memastikan lulusan memiliki kompetensi yang diakui dan relevan dengan kebutuhan industri. Sertifikasi menjadi instrumen penting agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dan mengisi posisi produktif di perusahaan.
Sepanjang 2025, Disnaker Batam telah menggelar 83 program pelatihan yang diikuti 3.449 pencari kerja. Selain itu, terdapat 53 program bimtek sertifikasi dengan total 1.396 pekerja aktif sebagai peserta.
Bidang pelatihan yang diberikan mencakup pengelasan, operator forklift dan alat berat, logistik, bahasa asing, pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif, hingga sektor digital. Variasi bidang ini disesuaikan dengan struktur industri Batam yang didominasi manufaktur, galangan kapal, logistik, serta jasa.
Pemko Batam juga memperkuat konektivitas antara Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), pemerintah, dan dunia usaha untuk meningkatkan serapan tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran.
Program Bimtek dan Sertifikasi 2026 dijadwalkan dilaksanakan pada Maret hingga Agustus. Pendaftaran dibuka mulai 26 Januari hingga 4 Februari secara daring. Peserta hanya diperkenankan memilih satu jenis bimtek, dengan prioritas bagi pekerja aktif maupun korban PHK yang dibuktikan melalui surat keterangan. Seluruh program diberikan tanpa dipungut biaya.



