Rabu, 14 Januari 2026

Covid Naik di Singapura, Batam Tidak Mau Lengah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Singapura ditengok dari Batam.

batampos – Pemerintah Singapura tengah bersiaga. Kasus Covid-19 melonjak lagi di negara kota itu dalam dua pekan terakhir. Dari 27 April hingga 3 Mei 2025, tercatat 14.200 kasus baru, naik dari 11.100 pada minggu sebelumnya. Jumlah pasien rawat inap pun merangkak naik, dari 102 menjadi 133 orang. Namun, pasien di ruang intensif justru menurun—dari tiga menjadi dua kasus.

Di seberang perairan, Kota Batam ikut menaruh perhatian. Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan lonjakan itu belum mengkhawatirkan, tapi mereka tidak ingin kecolongan. “Kami tetap siaga,” kata Didi, Kamis, 15 Mei lalu.

Meski Indonesia sudah menetapkan Covid-19 sebagai penyakit endemik, Batam tetap menjalankan sistem pemantauan mingguan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). Sistem ini menjadi alarm dini bila terjadi lonjakan kasus penyakit menular. “Kami tidak lagi lakukan skrining ketat seperti masa pandemi, tapi tetap monitor lewat SKDR,” ujar Didi.

Menurut dia, sejauh ini belum ada laporan gejala berat. Kalaupun ada kasus, umumnya ringan dan mirip flu biasa. “Gejalanya tidak serius. Tapi kami tetap pantau,” katanya.

Kendati situasi belum darurat, Didi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Terutama bila mengalami gejala mirip flu. “Bisa jadi Covid-19 ringan. Jangan disepelekan,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update