Selasa, 7 April 2026

CSR Berdaya, Grand Mercure Gandeng Nelayan dan UMKM Pesisir

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Di tengah riuh peringatan Hari Nelayan Nasional, ada gerak kecil yang berdampak besar dari Grand Mercure Batam Centre. Hotel jaringan Premium Accor itu tak sekadar merayakan, tetapi turun langsung menyentuh denyut kehidupan nelayan pesisir.

Lewat program bertajuk “Dari Laut ke Meja”, manajemen hotel membeli langsung hasil tangkapan nelayan Bengkong. Tak banyak, sekitar 15 kilogram. Isinya beragam: kepiting, cumi, ikan sebelah, ikan belanak, hingga udang. Namun, langkah ini bukan soal jumlah, melainkan makna di baliknya.

Rantai distribusi yang biasanya panjang, dipangkas. Nelayan tak lagi bergantung penuh pada tengkulak. Harga jual pun lebih berpihak. Di titik inilah, upaya kecil itu mulai terasa dampaknya—memberi ruang napas lebih lega bagi ekonomi nelayan.

Tak berhenti di situ, program ini juga menyasar penguatan UMKM pesisir. Hasil laut yang dibeli langsung itu menjadi bagian dari ekosistem yang lebih besar—menggerakkan roda usaha kecil berbasis perikanan.

Di dapur hotel, hasil tangkapan segar itu kemudian diolah menjadi sajian unggulan di Ambrosia Restaurant. Konsepnya sederhana, namun kuat: fresh, local, and sustainable. Dari laut, langsung ke meja makan tamu.

General Manager Grand Mercure Batam Centre, Samian Rais, menegaskan bahwa momen Hari Nelayan Nasional menjadi pijakan untuk berbuat lebih.

“Ini bukan sekadar perayaan. Kami ingin menunjukkan apresiasi nyata kepada nelayan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan UMKM lokal. Kami percaya, bisnis yang berkelanjutan harus berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Program ini menjadi bagian dari komitmen hotel dalam menerapkan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Fokusnya jelas: mendukung ekonomi lokal dan menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

Ke depan, langkah serupa tak akan berhenti di sini. Grand Mercure Batam Centre berencana memperluas kolaborasi dengan komunitas nelayan dan pelaku UMKM. Tujuannya satu: membangun ekosistem pariwisata yang tak hanya tumbuh, tetapi juga inklusif dan bertanggung jawab. (*)

 

UPDATE