
batampos – Cuaca buruk yang melanda perairan Kepulauan Riau dalam beberapa hari terakhir berdampak pada operasional penyeberangan laut. Jadwal keberangkatan kapal roll on–roll off (Roro) rute Pelabuhan Telaga Punggur–Tanjung Uban diusulkan berubah dari setiap satu jam menjadi setiap 1,5 jam.
Usulan tersebut diajukan sebagai langkah antisipasi demi keselamatan pelayaran, mengingat kondisi cuaca di lintasan Batam–Tanjung Uban yang belum bersahabat dan kerap menyebabkan keterlambatan jadwal.
Syahbandar Pelabuhan Punggur, Deni Cahyadi, mengatakan penyesuaian jadwal diusulkan mulai diberlakukan dalam waktu dekat. Jika sebelumnya kapal berangkat setiap satu jam, kini interval keberangkatan diusulkan menjadi setiap satu setengah jam.
Baca Juga: Perselisihan Lahan di Batam Berakhir Tragis, Satu Orang Tewas Ditikam
“Kapal Roro tujuan Tanjung Uban mulai besok sudah kami usulkan. Dari yang sebelumnya setiap satu jam, menjadi per satu setengah jam, mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB,” ujar Deni, Jumat (9/1).
Menurutnya, penyesuaian jadwal tersebut bersifat sementara dan akan dievaluasi sesuai perkembangan cuaca di lapangan. Jika kondisi perairan belum membaik dan keterlambatan masih terjadi, interval keberangkatan berpotensi kembali diubah.
“Sampai cuaca membaik. Kalau ternyata masih belum optimal dan tetap terlambat, bisa saja nanti diubah lagi menjadi per dua jam,” jelasnya.
Deni memastikan perubahan jadwal tidak merugikan penumpang. Sistem penjualan tiket, khususnya tiket daring, akan menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan yang ditetapkan.
“Tidak berpengaruh ke penumpang. Tiket online akan dibuka sesuai jam keberangkatan. Ini juga bukan jadwal yang sifatnya tetap, tetapi menyesuaikan kondisi cuaca,” katanya.
Baca Juga: Realisasi IMTA Batam Tembus Rp44,8 Miliar, Target 2026 Naik Jadi Rp50 Miliar
Ia menambahkan, penyesuaian jadwal tersebut berlaku untuk seluruh armada kapal Roro rute Punggur–Tanjung Uban. Namun, kewenangan penetapan jadwal secara resmi tetap berada di bawah Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).
Sementara itu, General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Andri Kurniawan, menyatakan pihaknya masih menunggu terbitnya notice to mariner serta standar operasional prosedur (SOP) resmi dari instansi terkait.
“Kami masih menunggu SOP dan notice to mariner-nya. Dasarnya nanti dari BPTD yang akan menerbitkan jadwal,” kata Andri.
Ia menyebut ASDP pada prinsipnya siap mengikuti kebijakan penyesuaian jadwal tersebut. Bahkan, pengurangan jumlah perjalanan dinilai perlu agar operasional tetap berjalan aman hingga sore hari.
“Rencananya memang keberangkatan per satu setengah jam. Normalnya ada 13 trip, kemungkinan akan dikurangi menjadi 11 trip supaya tetap bisa beroperasi sampai sekitar pukul 18.00 WIB, tidak sampai malam seperti sekarang karena faktor cuaca,” ujarnya.
Hingga kini, jadwal resmi dari BPTD masih dalam proses pembahasan bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta pemangku kepentingan terkait.
“Kami masih menunggu informasi final. Kalau sudah disepakati dan diterbitkan, baru akan diumumkan ke masyarakat,” kata Andri.
Di sisi lain, Kasi Sarana BPTD Kepulauan Riau, Frans Dedi, menyebut pihaknya belum menerima surat resmi terkait pengajuan perubahan jadwal kapal Ro-Ro tersebut.
Baca Juga: Tiga Tahun Beruntun Puskesmas Tanjung Buntung Terbaik se-Kota Batam
“Belum ada surat yang kami terima. Sampai sekarang belum ada pembahasan dan belum ada dasar resmi untuk itu. Kami malah baru tahu dari informasi lisan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui adanya komunikasi informal terkait rencana penyesuaian jadwal akibat cuaca buruk. Namun, perubahan jadwal baru dapat diberlakukan setelah ada pengajuan dan pembahasan resmi.
“Kalau dasarnya belum ada, tentu belum bisa direalisasikan. Kami masih menunggu surat dan pengajuan resminya,” pungkasnya. (*)



