Senin, 26 Januari 2026

Cuaca Ekstrem, Polda Kepri Kerahkan Patroli Siaga Banjir dan Pohon Tumbang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Anggota Direktorat Samapta Polda Kepri diterjunkan untuk memantau potensi banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang di lima kecamatan yang dinilai rawan. Foto. Direktorat Samapta Polda Kepri untuk Batam Pos

batampos – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah Kota Batam sejak Selasa (2/12) pagi membuat Direktorat Samapta Polda Kepri meningkatkan kewaspadaan. Sebagai langkah antisipatif, Tim Pengendalian Massa (Pammat) diterjunkan untuk memantau potensi banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang di lima kecamatan yang dinilai rawan.

Patroli dimulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB dengan menyisir wilayah Batuampar, Batam Kota, Jodoh, Baloi, dan Nongsa. Satu unit kendaraan rantis SAR lengkap dengan peralatan pendukung diterjunkan untuk memperkuat operasi lapangan tersebut. Tim bergerak cepat menuju titik-titik yang kerap tergenang setiap kali cuaca ekstrem melanda.

Direktur Samapta Polda Kepri, Kombes Joko Adi Nugroho, mengatakan kegiatan ini merupakan respons cepat atas peningkatan curah hujan di Batam dalam beberapa hari terakhir. Pola cuaca yang tidak menentu, kata dia, membutuhkan pengawasan langsung agar potensi bahaya bisa ditangani sejak dini.

“Patroli ini untuk memastikan situasi tetap aman. Kami memeriksa lokasi rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang agar jika ada potensi bahaya bisa segera ditangani,” ujarnya.

Selain patroli penyisiran, tim juga memonitor laporan situasi dari personel Turjawali yang tersebar di seluruh wilayah Batam. Informasi cepat dari lapangan menjadi dasar penentuan langkah apabila muncul gangguan akibat hujan deras. Petugas turut mengecek debit air di kawasan permukiman yang sering terdampak luapan saat curah hujan tinggi.

“Saluran air diperiksa untuk mengantisipasi penyumbatan dan mencegah genangan yang bisa mengganggu aktivitas warga,” kata Joko.

Pemantauan juga dilakukan di titik-titik rawan pohon tumbang, terutama di jalur dengan lalu lintas padat. Kondisi batang hingga posisi tumbuh diperiksa guna memastikan tidak ada risiko keretakan atau patah akibat angin kencang.

Di kawasan Sambau, Nongsa, tim menemukan genangan yang sempat mengganggu arus kendaraan. “Personel kami memastikan aliran air lancar, agar kendaraan dapat melintas dengan normal kembali,” jelasnya.

Meski cuaca sempat memburuk, hasil patroli memastikan seluruh wilayah Kota Batam dalam kondisi aman. Tidak ditemukan banjir, pohon tumbang, maupun tanah longsor sepanjang pelaksanaan kegiatan.

Joko menegaskan patroli kesiapsiagaan akan terus digelar selama potensi cuaca ekstrem masih tinggi. “Kami siap bergerak kapan pun. Keselamatan masyarakat adalah prioritas,” tegasnya.

Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan potensi bahaya, seperti pohon miring, saluran tersumbat, atau air yang mulai meluap. “Kami tetap membuka kanal laporan dari warga agar potensi gangguan dapat diminimalkan sedini mungkin,” ujarnya. (*)

Reporter: Yashinta

Update