
batampos – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Kepulauan Riau, Senin (1/9), berdampak pada jadwal pelayaran domestik. Di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, tiga kapal sempat tertunda keberangkatannya akibat gelombang tinggi.
Kepala Syahbandar Pelabuhan Punggur, Deni Cahyadi, mengatakan penundaan dilakukan demi keselamatan penumpang dan awak kapal. “Ada tiga kapal yang sempat tertunda keberangkatan dari Punggur karena faktor cuaca,” ujarnya.
Kapal yang terdampak yakni SB Bayu Indah tujuan Tanjung Uban (tertunda dari 08.30 menjadi 09.10), SB Putra Kepri tujuan Tanjung Uban (09.00 menjadi 09.15), dan MV VOC Batavia tujuan Letung (08.30 menjadi 09.00). Meski terlambat sekitar 30–40 menit, semua perjalanan berlangsung aman.
Gangguan juga dialami jalur Tanjung Uban–Batam. Speedboat SB Gajendra Aruna yang seharusnya berangkat pukul 08.30 baru bisa berlayar pukul 09.10. “Setelah itu kondisi perairan berangsur membaik, pelayaran kembali normal,” tambah Deni.
Sementara itu, penumpang di jalur Batam–Karimun dari Pelabuhan Harbourbay sempat merasakan dampak cuaca ekstrem saat kapal sudah berlayar. Ani, salah seorang penumpang, mengaku mual akibat kapal terus dihantam ombak tinggi hampir dua jam. “Saya sampai berpegangan kursi karena kapal berguncang hebat. Alhamdulillah selamat sampai tujuan,” ujarnya.
BMKG Batam menjelaskan kondisi ini dipicu pola belokan angin (shearline) dan pertemuan angin (konvergensi) di sekitar Kepri yang memicu pertumbuhan awan hujan dan potensi cuaca ekstrem.
BMKG memprakirakan pada Selasa (2/9), wilayah Kepri akan didominasi awan tebal dengan hujan ringan hingga sedang disertai petir dan angin kencang. Peringatan dini dikeluarkan untuk Batam, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, dan Natuna.
“Waspada hujan sedang hingga lebat disertai petir serta angin kencang pada pagi hingga siang hari. Masyarakat diminta terus memantau informasi terbaru melalui laman resmi BMKG,” tulis Forecaster on Duty BMKG Batam. (*)
Reporter: Yashinta



