
batampos – Sejumlah pedagang sate kambing yang berbahan utama daging kambing mulai mensiasati dagangannya agar tidak kosong. Salah satunya dengan mengganti daging kambing dengan ayam.
Seperti yang diajukan Mukhlis, pedagang sate kambing di wilayah Sekupang. Sulitnya mencari daging kambing saat ini menjadi alasan dirinya tak lagi menjual sate kambing. “Kalau ada pun harganya tinggi. Gak berani jual pak, sementara kita jual kepada konsumen masih harga lama. Makanya untuk saat ini jual sate daging ayam dulu,” ujarnya.
Pria 38 tahun itu mengaku sudah lebih sepekan tidak lagi menjual sate kambing. Pasalnya, tempat biasa ia mengambil kambing sudah tidak lagi memiliki stok untuk dijual kepada para pedagang.
“Gak ngerti juga pak. Tiba-tiba kosong gitu di kandang,” tambahnya.
Disinggung mengenai omset penjualan, ia membenarkan ada penurunan dibanding pada saat masih menjual sate kambing. Diakuinya, banyak pelanggannya yang memilih sate kambing ketimbang sate ayam yang dijualnya saat ini.
“Pas bilang kosong, pada balek. Ada juga yang mau tidak mau beli sate ayam gitu,” ungkap Muklis.
Pedagang kuliner lainnya seperti gulai kambing di Batuaji, Asmin mengaku kekosongan daging kambing ini. Biasanya ia bisa menjual 30 sampai 40 porsi gulai kambing setiap harinya. Namun akibat kekosongan ini ia hanya mampu menjual 10 porsi.
“Itupun belum sampai siang sudah habis. Dagingnya yang kosong bukan kami yang kurangi porsi jual,” tuturnya.
Pedagang yang sudah 2 tahun jual gulai kambing ini mengaku biasanya ia memiliki langganan kambing di Temiang. Sehingga, berapa pun daging yang dibutuhkan bisa tercukupi. Namun berbeda beberapa pekan terakhir daging kambing kosong.
“Ya, saya dengar ada penutupan pengiriman. Kita sama-sama tau Batam bukan daerah penghasil tapi dikirim dari daerah lain. Harusnya ada solusi pemerintah, sehingga kami pedagang bisa menjual seperti sedia kala,” ungkapnya.(*)
Reporter : Rengga Yuliandra



