
foto: pixabay
batampos – Kasus Diabetes Melitus (DM) non-insulin dependen di Kota Batam terus menjadi perhatian. Sepanjang Januari hingga Februari 2025, Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat sebanyak 1.520 kasus baru. Dari jumlah tersebut, 1.000 di antaranya perempuan, sementara 520 lainnya laki-laki.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka kasus DM pada awal tahun ini masih tergolong tinggi. Sepanjang tahun 2024, kasus DM yang terlapor mencapai 13.883 orang.
Sementara itu, pada Januari 2025 saja, jumlah penderita DM yang terlapor sebanyak 3.724, di mana 1.520 di antaranya terdiagnosis menderita DM. Data ini menunjukkan bahwa diabetes masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Batam.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengungkapkan bahwa tingginya kasus DM ini disebabkan oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah resistensi insulin, di mana sel tubuh tidak lagi merespons insulin dengan baik, sehingga kadar gula dalam darah meningkat.
Selain itu, obesitas atau kelebihan berat badan turut berperan besar dalam meningkatkan risiko diabetes. Lemak visceral yang tinggi pada penderita obesitas dapat menyebabkan resistensi insulin. Kurangnya aktivitas fisik juga membuat efektivitas insulin dalam tubuh menurun.
“Gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan tinggi gula dan lemak jenuh, juga memperparah kondisi ini,” ujar Didi, Rabu (19/2).
Selain faktor gaya hidup, faktor genetik juga menjadi penyebab DM. Seseorang dengan riwayat keluarga penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit ini. Oleh karena itu, Didi mengimbau masyarakat untuk menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
(*)
Reporter: Rengga Yuliandra



