
batampos – Kasus tewasnya anak-anak saat bermain atau berenang di pantai kerap terjadi di kawasan Perairan Batuampar. Dalam 4 bulan belakangan, terjadi 2 kasus yang menewaskan 6 orang anak.
Kapolsek Batuampar, Kompol Salahuddin mengatakan untuk mengantipasi hal ini terulang, ia meminta para orangtua untuk meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya. Baik orangtua yang berdomisili di pesisir pantai maupun orangtua yang membawa anak bermain ke pantai.
“Awasi dan peduli tentang kebebasan anak dalam bermain,” ujar Salahuddin.
Diketahui, tiga bocah kakak beradik, Hariza Putri Hartono 15, Hazanah Dwi Hartono, 4, dan Hafozah Dwi Hartono, 3, tewas tenggelam di Perairan Batu Merah, Batuampar, Sabtu (4/8) siang. Ketiganya meregang nyawa saat bermain perahu kecil, kano.
Bocah ini tewas setelah kano yang ditumpangi dihantam gelombang pasang di sekitar PT Asia Metal. Ironisnya, bocah tersebut bermain sambil ditemani sang ayah, Rudi Hartono, warga RT 03 RW 01, Batu Merah.
Bahkan sebelumnya, tiga orang bocah tenggelam saat berenang di Perairan Batu Merah atau tepatnya di sekitar PT Profab, Jumat (15/4) siang. Dalam kejadian ini, 2 bocah ditemukan tewas, sedangkan 1 orang dinyatakan hilang.
Dua anak yang ditemukan tewas beridentitas Al Daffa Zakhwan, 8, dan M. Arkano Tafizio, 10. Sedangkan bocah yang hilang bernama M. Al Fatih, 10, dan berhasil ditemukan sehari setelah kejadian oleh nelayan.
“Berikan anak pemahaman bahayanya bermain di pantai. Atau tetap awasi, dan jangan lengah,” kata Salahuddin.
Sementara itu, Kasat Polair Polresta Barelang, Kompol R. Moch. Dwi Ramadhanto mengatakan untuk mengantisipasi kejadian ini terulang dibutuhkan pengawasan orangtua. Ia mengimbau para orangtua untuk tidak membawa anak-anak bermain ke pantai saat cuaca buruk.
“Perhatikan faktor cuaca dan utamakan keselamatan,” katanya. (*)
Reporter: YOFI YUHENDRI



