
batampos- sebuah video rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diduga memperlihatkan Kepala Kantor Pelayanan Utama Kelas I Bea dan Cukai Batam, Zaky Firmansyah, melakukan tindakan kekerasan terhadap bawahannya, mendadak beredar luas di media sosial. Video tersebut menyebar dari internal institusi hingga ke masyarakat dan memicu kegelisahan serta berbagai spekulasi publik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa dalam rekaman CCTV itu diduga terjadi pada Rabu, 27 November 2025, sekitar pukul 09.00 WIB.
Kejadian tersebut berlangsung di ruang rapat lantai 3 Kantor Bea Cukai Batam. Dalam video yang beredar, terlihat seorang pegawai yang diketahui berinisial RI, penyidik Bea Cukai, berada dalam satu ruangan bersama atasannya.
Menanggapi beredarnya video tersebut, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Oktavian, memberikan penjelasan resmi. Ia menegaskan bahwa peristiwa dalam video perlu dilihat secara utuh sesuai dengan kondisi dan situasi yang terjadi saat itu.
BACA JUGA: Dapati 18 WNI Diduga Lasahi Izin Tinggal, Imigrasi: Perlu Jalani Pemeriksaan Lanjutan
Menurut Evi, pada saat kejadian, Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait kasus tangkapan Kodim di kawasan Tanjung Sengkuang. Proses pemeriksaan tersebut dilakukan secara maraton dan cepat, sehingga pihak kantor menyiapkan aula khusus untuk mendukung kelancaran pemeriksaan di tengah tekanan penanganan berbagai kasus lainnya.
Dalam kondisi tersebut, lanjut Evi, Kepala Kantor memandang perlu untuk memberikan arahan langsung kepada jajaran yang sedang bertugas. Namun arahan tersebut diabaikan oleh salah satu pegawai, sehingga Kepala Kantor memberikan teguran keras kepada penyidik yang bersangkutan sebagai bentuk penegasan kedisiplinan.
Evi menegaskan bahwa tidak terdapat unsur penganiayaan dalam peristiwa tersebut. Teguran keras yang dilakukan Kepala Kantor merupakan bagian dari pembinaan atasan kepada bawahan dalam rangka pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kedinasan, terutama di tengah situasi kerja yang penuh tekanan.
“Tidak ada tindakan kekerasan atau penganiayaan sebagaimana yang berkembang di media sosial. Apa yang terjadi adalah bentuk pembinaan pimpinan kepada pegawai agar tugas dapat berjalan sesuai ketentuan,” ujar Evi dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Evi memastikan bahwa kejadian tersebut telah diselesaikan secara internal oleh pihak-pihak terkait di lingkungan Bea Cukai Batam. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar, serta mempercayakan penilaian secara objektif berdasarkan klarifikasi resmi yang telah disampaikan. (*)



