Jumat, 23 Januari 2026

Dampak Efisiensi, BP Batam Pangkas Anggaran 37 Persen

Lakukan Pemangkasan Anggaran, Hibah dan Seremonial Dikurangi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Walikota Batam/Kepala BP Batam Amsakar Achamad bersama Wakil Walikota Batam Li Claudia Chandra memberikan sambutan pada acara sertijab Walikota Batam dan Wakil Walikota Batam priode 2025-2030 di kantor Pemko Batam.  F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan otorita tetap sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Langkah ini dilakukan dengan memangkas komponen yang dianggap tidak mendesak tanpa mengganggu jalannya program pembangunan yang telah direncanakan.
Menurut Amsakar, efisiensi yang dilakukan mencapai sekitar 37 persen dari total anggaran BP Batam. Dari sebelumnya sebesar Rp2,6 triliun, anggaran BP Batam kini menyusut menjadi Rp1,2 triliun. Jumlah ini kembali dipangkas guna memastikan penggunaan dana yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Meski anggaran mengalami pemangkasan signifikan, ia memastikan bahwa proyek-proyek infrastruktur tetap berjalan sebagaimana mestinya. Efisiensi lebih difokuskan pada pengeluaran yang dianggap tidak produktif, bukan pada kegiatan inti yang mendukung pembangunan dan pelayanan publik.
Salah satu pos anggaran yang terkena pemangkasan adalah dana perjalanan dinas yang dinilai berlebihan. Anggaran untuk perjalanan dinas dikurangi hingga 50 persen sebagai bagian dari upaya penghematan yang lebih luas.
Selain itu, agenda-agenda seremonial yang tidak memiliki dampak langsung terhadap pembangunan juga dipangkas. Menurut Amsakar, efisiensi ini bertujuan untuk memastikan bahwa anggaran digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar esensial.
Tak hanya itu, bantuan hibah yang dianggap kurang produktif juga turut dipotong. Amsakar menyebut bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Batam.
“Proyek infrastruktur tak terganggu. Ada dana perjalanan dinas yang berlebihan, dipotong 50 persen. Ada agenda-agenda seremonial, potong. Kemudian ada bantuan hibah yang dianggap tidak produktif, potong,” katanya, Senin (3/3).
Meskipun berbagai penghematan dilakukan, tetapi kegiatan dan layanan tetap berjalan seperti biasa. Pemangkasan dilakukan secara selektif agar tidak menghambat program yang sudah direncanakan.
“Kegiatannya tetap berjalan, tapi komponen pada pembiayaan itu yang kita pangkas,” ujarnya.  (*)
Reporter: Arjuna

Update