
batampos – Pemerintah Kota Batam terus mendukung kemajuan usaha mikro melalui bantuan dana bergulir yang dikelola BPKAD Batam. Hingga triwulan pertama tahun ini, dana bergulir yang dimanfaatkan nasabah sudah mencapai Rp 1,5 miliar.
Kepala UPT Pengelolaan Dana Bergulir BPKAD Kota Batam, Zulfahri mengatakan jumlah nasabah yang memanfaatkan program dana bergulir berjumlah 17 orang.
Tahun ini dengan bunga pinjaman yang hanya 4 persen dan flat diharapkan bisa menjadi kemudahan bagi nasabah untuk bisa memanfaatkan bantuan permodalan usaha ini.
Ia menjelaskan besar bantuan modal yang diberikan mulai dari Rp 5 juta-300 juta dengan tenor selama tiga tahun. Untuk mengajukan bantuan permodalan ini, nasabah harus memenuhi beberapa syarat.
Pertama harus memiliki aset berupa tanah, bangunan atau kendaraan. Kedua harus melaporkan transaksi pembukuan selama tiga bulan terakhir. Hal ini bisa meliputi modal, pendapatan, hutang, piutang. Calon nasabah juga harus melaporkan laba atau rugi usaha yang dimiliki.
“Itu yang paling penting. Di luar tersebut semuanya hampir sama dengan pengajuan ke bank. Seperti surat usaha dari kecamatan, domisili dari lurah, surat nikah, KTP dan mengisi formulir,” kata Zul, Rabu (20/4).
Jenis pelaku usaha yang boleh mengajukan permodalan mulai dari rumah makan, usaha rumahan, dan lainnya. Nanti tim akan turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi aset dan lainnya. Jika usaha memang berjalan lancar, dan layak, maka bantuan modal akan diberikan.
“Jadi verifikasi memang diperlukan. Usaha lancar dan jelas pengeluaran baik laba dan ruginya, serta memenuhi syarat akan kami proses. Saat ini juga untuk suku bunga cukup rendah dibanding bank,” sebutnya.
Untuk jaminan pinjaman permodalan ini, nasabah bisa menyerahkan sertifikat rumah, tanah, atau surat kendaraan yang sesuai dengan nilai pinjaman. Jaminan ini diperlukan sebagai bukti dan pegangan selama proses pinjaman berlangsung dan selesai.
“Kami lebih selektif. Prosesnya sebenarnya mudah, namun memang untuk syarat sama dengan pihak bank atau lainnya. Jaminan ini penting untuk memproses pinjamkan,” jelasnya.
Selain itu, usaha juga harus aktif dan berjalan lancar, karena hal ini menjadi pertimbangan pinjaman disetujui. Tahun ini jumlah dana yang akan disalurkan mencapai Rp 10.5 miliar.
Ia berharap dengan membaiknya kondisi Covid-19, turut memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan usaha di Batam. Pelaku usaha yang membutuhkan modal bisa memanfaatkan program pemerintah ini.
“Ini upaya pemerintah dalam membantu pelaku usaha. Pemerintah hadir untuk meringankan. Jadi silakan ajukan saja, jika butuh bantuan permodalan,” imbaunya. (*)
Reporter : YULITAVIA



