Sabtu, 17 Januari 2026

Dapur 3T Dibangun, Semua Siswa Hinterland Ditargetkan Terima MBG

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pendidikan terus memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi siswa yang berada di wilayah hinterland atau pulau-pulau. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan bahwa pembangunan dapur SPPG (Sentra Penyediaan Pangan Gizi) 3T saat ini sedang berlangsung di sejumlah wilayah terpencil.

Hendri menjelaskan, untuk wilayah hinterland baru terdapat satu dapur yang beroperasi di Belakang Padang. Sementara untuk pulau-pulau lain yang masuk kategori 3T (terluar, tertinggal, dan terdepan) akan dibangun SPPG khusus sebagai penunjang kebutuhan gizi siswa di daerah tersebut.

“Untuk hinterland, dapurnya baru ada di Belakang Padang. Jadi untuk pulau-pulau yang lain nanti ada SPPG yang kita kenal dengan SPPG 3T. Khusus untuk pulau-pulau ini, yang kita nyatakan sebagai daerah terpinggir atau terluar. Jadi ini nanti yang akan mensupport BGN dari dapur 3T,” jelas Hendri, Rabu (3/12).

Hendri menambahkan, berapa pun jumlah siswa di pulau tersebut, layanan MBG tetap wajib tersedia melalui dapur 3T, karena fasilitas tersebut bukan hanya melayani anak sekolah, tetapi juga ibu hamil dan balita yang membutuhkan dukungan gizi.

“Berapapun ada siswa di pulau itu, misalnya hanya 15 anak, tetap wajib didirikan dapur di situ. Mungkin ada ibu hamil atau balita yang belum sekolah nanti dapur tersebut yang akan mensupport,” ujarnya.

Saat ini proses pembangunan dapur 3T sedang berjalan dan ditargetkan mulai beroperasi pada awal Januari 2026. “Sekarang dalam proses pembangunan dapur 3T, mudah-mudahan kita berharap awal Januari sudah berjalan,” tambahnya.

Secara keseluruhan, perkembangan Program Makan Bergizi Gratis di Batam menunjukkan progres menggembirakan. Dari target 125 titik dapur SPPG, sebanyak 97 dapur telah selesai dan beroperasi, sementara 28 titik lainnya sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan.

“Sampai sekarang sudah berjalan. Target kita 125 titik, dan sampai saat ini terakhir informasi yang saya terima sudah 97 titik SPPG atau dapur yang berdiri. Berarti lebih kurang 28 titik yang sekarang ini dalam proses penyiapan,” kata Hendri.

Ia menargetkan seluruh fasilitas tersebut sudah dapat beroperasi pada awal tahun 2026 sehingga seluruh siswa penerima MBG dapat terlayani sepenuhnya.

Hendri juga menyampaikan bahwa saat ini sebanyak 80 persen siswa di Batam sudah menerima layanan MBG. Namun masih terdapat beberapa kelompok yang belum terjangkau, terutama di satuan pendidikan kecil dan wilayah hinterland.

“Yang menerima MBG sudah 80 persen. Tinggal memang ada tercecer di satuan pendidikan tingkat PAUD yang jumlah siswanya 15 orang, kemudian di pondok pesantren, dan beberapa siswa di hinterland. Ini nanti akan kita koordinasikan dengan BGN agar semuanya bisa terpenuhi,” tegasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update