Selasa, 6 Januari 2026

Dasmon, Pemilik Gorengan Uni

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pelanggan membeli gorengan di Gorengan Uni di Perumahan Seitering Melchem, Tanjung Sengkuang, Minggu (30/7/2023). F Suprizal Tanjung

Tiap Pedagang Punya Bumbu dan Racikan Berbeda

MAKANAN tahu goreng dan tempe goreng memang menjadi makanan favorit masyarakat Batam dan  Indonesia umumnya. Di daerah manapun, tahu tempe ini selalu ada. Tentu saja dengan cita rasa hampir sama, lezat dan dengan bumbu sedikit berbeda antara penjual. Di kawasan Perumahan Seitering Melchem, Tanjung Sengkuang, Gorengan Uni menjadi salah satu tempat mendapatkan goreng tahu tempe yang lezat.

BACA JUGA: Dewi Asriani, Pemilik Zahran Cake

”Saya sudah membuka  usaha goreng tahu  dan tempe goreng ini sejak tahun 2008 lalu, atau sudah 15 tahun menjual tahu tempe ini,” papar Pemilik Gorengan Uni, Dasmon, 41, di Perumahan Seitering Melchem, Tanjung Sengkuang, Minggu (30/7/2023) lalu.

BACA JUGA: WANDI, Pemilik Barber Shop Three Brother

Lelaki asal Pariaman ini menambahkan, pedagang tahu tempe memang relatif banyak. Namun dia tidak khawatir dengan persaingan tersebut. Lagipula, tiap-tiap pedagang memiliki bumbu dan racikan berbeda. Ini tentu akan membuat cita rasa makanan yang mereka olah akan sedikit berbeda antara pedagang satu dengan pedagang lainnya.

BACA JUGA: Sayidina Ali, Pemilik Ketupat Lontong Salero Sutan

Di samping menjual tahu dan tempe goreng, mereka juga menyediakan godog goreng, pisang goreng dan bakwan.

Secara umum papar Dasmon, bumbu tahu tempe ini adalah terigu, bawang putih, garam dan lainnya. Tapi biasanya, ada bumbu khusus yang dimiliki setiap pedagang. Dan itu hanya pedagang tersebut yang tahu.

Masalah harga lanjut Dasmon, mereka menjual relatif murah dibandingkan dengan  pedagang lain. Mereka menjual satu buah tahu goreng atau tempe goreng masing-masing Rp 1.000. Relatif murah dibandingkan pedagang lain. Harga itu juga masih murah jika dibandingkan dengan kondisi bahan-bahan makanan yang semuanya serba mahal, mulai dari tepung, tempe mentah, dan bumbu-bumbu lainnya.

Karena berada di tepi jalan dan berada di kawasan perumahan sebut Dasmon, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ini relatif banyak pelanggannya. Bisa dikatakan selalu ada pelanggan. Baik itu pelanggan lama, ataupun pelanggan baru yang kebetulan datang atau lewat di sekitar Seitering.

Untuk usaha ini kata Dasmon, mereka selalu buka 12.00 WIB sampai 21.00 WIB setiap hari. Apakah goreng tahu dan tempe  ini selalu  habis? ”Insya Allah habis. Rezeki dari Allah itu selalu ada.  Kita harus berusaha. Pelanggan akan ada saja yang datang,” papar Dasmon.

Dalam proses pembuatan tahu tempe goreng ini ujar bapak dua anak ini, mereka tidak kesulitan.  Karena sudah berusaha sejak 15 tahun lalu, rasanya tidak ada yang sulit dalam mendapatkan, mengolah, menggoreng dan menjual goreng tahu dan tempe ini. Bersama istri dan anak gadisnya, mereka sudah mengolah usaha tahu tempe ini sejak  pagi hari. Mulai dari mengaduk dan mengolah tepung, mencampurkan dengan aneka bumbu, semua mereka kerjakan bertiga. (*)

Reporter: Suprizal Tanjung

Update