Jumat, 16 Januari 2026

Data Terbaru, 3 Pekerja Tewas, 5 Terluka, Kebakaran Kapal di Galangan PT ASL Tanjunguncang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Keluarga korban kebakaran kapal di Galangan Kapal PT ASL Tanjunguncang berdatangan ke RS Graha Hermine usai mendengar kabar kejadian. f. eusebius

batampos– Tragedi kebakaran kapal di kawasan galangan PT ASL, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa sore (24/6/2025), menelan korban jiwa. Setelah sebelumnya beredar informasi ada lima korban tewas dalam peristiwa tersebut, ternyata data terbaru korban tewas 3 orang pekerja dan 5 mengalami luka luka, mulai luka serius dan ringan. Semua korban sudah dibawa ke rumah sakit.

Data terbaru juga dibenarkan Kapolsek Batuaji AKP Raden Bimo Dwi Lambang saat dikonfirmasi. ”ya benar 3 korban tewas,” ujarnya

Korban terkhir bisa dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit, sekitar pukul 20.30 WIB. Korban langsung mendapat perawatan di RS Graha Hermine, Batuaji. Dua dari korban tewas yang telah teridentifikasi adalah Gunawan dan Hermansyah Putra.

BACA JUGA: Kapal Terbakar di Galangan Kapal PT ASL Tanjunguncang, Tiga Pekerja Dikabarkan Dilarikan ke Rumah Sakit

Alatas Silaban, salah satu korban yang selemat saat ini juga dirawat di RS Mutiara Aini. Ia memberikan kesaksian terkait detik-detik kebakaran yang menggemparkan itu.

“Kami lagi kerja motong bagian tangki kapal. Tiba-tiba api langsung menyambar dan meledak. Banyak pekerja di dalam saat itu. Suasana panik, kami lari menyelamatkan diri,” tutur Alatas saat ditemui di rumah sakit.

Para pekerja yang menjadi korban dalam insiden ini diketahui berasal dari dua perusahaan, yakni PT Mancar Marine Batam dan Ocean Pulse Solution (OPS). Saat kejadian, mereka sedang melakukan pekerjaan perbaikan (repair) di bagian tangki kapal.

Petugas medis di RS Graha Hermine menyebut luka bakar yang dialami korban cukup luas dan memerlukan penanganan intensif. “Kondisi mereka sangat kritis. Saat ini masih kami tangani dengan penanganan luka bakar lanjutan,” ujar seorang tenaga medis.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, ia menyebut pihaknya masih menunggu informasi resmi dari rumah sakit dan tim evakuasi untuk memastikan identitas seluruh korban.

“Dua sudah di kamar jenazah RS Mutiara Aini, tiga lainnya masih dievakuasi. Kami terus berkoordinasi dengan pihak medis dan tim di lapangan,” ujar Andi.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara, ledakan dipicu aktivitas pemotongan bagian tangki kapal yang menyebabkan percikan api dan menyulut bahan mudah terbakar di dalam ruang tertutup kapal. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update