Minggu, 15 Maret 2026

Daya Tampung Sekolah Negeri Terbatas, Rudi: Tidak Ada yang Larang Tambah Rombel

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mendorong seluruh sekolah di Kota Batam dapat mewujudkan generasi berkarakter dan kreatif. Foto: Diskominfo Kota Batam untuk Batam Pos

batampos – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan persoalan daya tampung sekolah negeri di Batam memang terbatas. Karena itu, setiap pelaksanaan PPDB selalu melebihi kuota yang tersedia.

Rudi menjelaskan kebijakan yang diambil nantinya, termasuk penambahan rombongan belajar atau menambah jumlah siswa per kelas, merupakan solusi dalam mengatasi keluhan dari orangtua.

“Tidak ada yang larang untuk tambah Rombel. Kalau mereka demo siapa yang tanggung jawab, mau demo ke kantor sana. Jadi jangan asal bicara kalau tidak tahu dan paham keadaan,” kata Rudi saat dijumpai di Kantor DPRD Batam, Kamis (2/6).

Baca Juga: Daya Tampung SMA dan SMK di Batam Tak Seimbang Dengan Jumlah Lulusan SMP

Ia mengakui kalau mengikuti aturan yang ditetapkan, sudah pasti banyak yang tidak tertampung karena jumlah data tampung yang terbatas. Kondisi ini berbeda dengan jumlah pendaftaran yang membludak setiap tahunnya.

“Kalau mereka ribut siapa yang mau tanggung jawab. Jadi tidak ada larangan, karena saya Wali Kota mereka, dan mereka adalah rakyat saya. Kalau bisa semua ikut aturan saya sangat senang sekali. Tapi kalau sudah ribut, demo, apa solusinya itu yang kami cari. Jadi bukan sekedar asal ambil kebijakan,” tegasnya.

Baca Juga: Antisipasi Pungli PPDB, Ombudsman Kepri Larang Ada Penambahan Rombel

Ia menyebutkan semua proses PPDB dijalankan sesuai dengan aturan dari Kemendikbud. Usai seleksi dilakukan jumlah yang tidak tertampung masih mencapai ribuan orang. Setiap dalam kesempatan selalu disampaikan untuk mendaftar ke swasta. Namun fakta di lapangan semua mau ke negeri, dengan alasan tidak sanggup biaya, dan negeri gratis.

“Kami sudah menjalankan prosedur sesuai dengan aturan. Bahkan pendaftaran di buka online biar memudahkan dan transparan. Hasilnya yang tidak lolos pasti ribut. Ini yang kami dudukan dan cari solusinya,” jelasnya.

Rudi menjelaskan sementara ini semua pelaksanaan PPDB berjalan sesuai dengan rencana. Untuk mereka yang tidak tertampung belum bisa diprediksi berapa banyak jumlahnya. Dan seperti apa kebijakan yang diambil nanti. “Ikuti saja dulu jalurnya,” singkatnya. (*)

 

 

Reporter: YULITAVIA

SALAM RAMADAN