
batampos – Masyarakat khususnya orangtua yang anaknya telah tamat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mulai sibuk mencari informasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk melanjutkan pendidikan anak mereka. Ada yang ingin anaknya ke sekolah negeri dan ada juga yang ke sekolah swasta.
Penelusuran Batam Pos di lapangan dan juga berdasarkan pengalaman PPDB tahun-tahun sebelumnya, sekolah negeri tetap menjadi pilihan utama para orangtua sebab, biayanya lebih murah. Orangtua tentu berlomba-lomba mendaftarkan anak mereka ke sekolah negeri.
“Ke sekolah negeri (SMA) saja, karena situasi ekonomi yang kurang baik ini. Tak sanggup masuk sekolah swasta. Biaya pendaftaran rata-rata diatas Rp 3 juta,” ujar Riko, warga Batuaji yang berdiam di Kelurahan Bukit Tempayan, Kamis (2/6).
Untuk mengakomodir siswa yang baru tamat SMP, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri telah mengeluarkan petunjuk teknis PPDB. Dalam juknis tersebut tertulis, sistem PPDB untuk SMA Negeri tetap menggunakan jalur zonasi dan PPDB dibuka tanggal 28 Juni sampai dengan 2 Juli.
Pengumuman tanggal 4 Juli. Daftar ulang Tahap dan II pada tanggal 6 sampai dengan 9 Juli untuk semua jalur. Untuk SMKN, pendaftaran dibuka pada tanggal 18 sampai dengan 25 Juni. Pengumuman tanggal 27 Juni dan daftar ulang tanggal 29 Juni sampai dengan 1 Juli.
Untuk SLBN, pendaftaran, tanggal 18 sampai dengan 2 Juli. Pengumuman tanggal 4 Juli dan daftar ulang tanggal 6 sampai dengan 9 Juli. Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) tanggal 11 sampai dengan 15 Juli.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kepri di Kota Batam Noor Muhammad menyebutkan berdasarkan usulan kuota sebelumnya, SMAN dan SMKN di Batam hanya mampu menampung 10.600-an siswa. Perincian kuotanya adalah; SMA N 1 dengan usulan kuota saya tampung sebanyak 180 siswa, SMAN 2 sebanyak 144 siswa, SMAN 3 sebanyak 288 siswa, SMAN 4 sebanyak 432 siswa, SMAN 5 sebanyak 288 siswa, SMAN 6 (pulau) sebanyak 17 siswa, SMAN 7 sebanyak 72 siswa, SMAN 8 sebanyak 576 siswa, SMAN 9 sebanyak 73 siswa.
Berikutnya, SMAN 10 sebanyak 160 siswa, SMAN 11 sebanyak 72 siswa, SMAN 12 sebanyak 216 siswa, SMAN 13 sebanyak 73 siswa, SMAN 14 sebanyak 288 siswa, SMAN 15 sebanyak 228 siswa, SMAN 16 sebanyak 360 siswa, SMAN 17 sebanyak 396 siswa, SMAN 18 sebanyak 360 siswa, SMAN 19 sebanyak 288 siswa, SMAN 20 sebanyak 360 siswa, SMAN 21 sebanyak 216 siswa, SMAN 22 sebanyak 36 siswa, SMAN 23 sebanyak 288 siswa, SMAN 24 sebanyak 108 siswa, SMAN 25 sebanyak 360 siswa, SMAN 26 sebanyak 216 siswa, SMAN 27 sebanyak 180 siswa dan SMAn 28 sebanyak 144 siswa.
Sementara untuk SMK yakni SMKN 1 Batam sebanyak 512 siswa, SMKN 2 Batam sebanyak 480 siswa, SMKN 3 Batam sebanyak 570 siswa, SMKN 4 sebanyak 568 siswa, SMKN 5 sebanyak 1.080 siswa, SMKN 6 sebanyak 432 siswa, SMKN 7 sebanyak 432 siswa dan SMKN 8 sebanyak 192 siswa.
Jumlah kuota daya tampung ini diakui Noor Muhammad memang tidak seimbang dengan jumlah siswa yang baru tamat dari SMP, sehingga berharap agar orangtua yang mampu juga bersedia menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. (*)
Reporter : Eusebius Sara



