Jumat, 3 April 2026

DBD di Tanjunguncang Mengganas, Puskesmas dan Dinkes Belum Bertindak

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos.co.id-Kasus Demam Berdarah atau DBD mengganas lagi di Tanjunguncang, Batuaji. Pasalnya korban DBD sudah berjatuhan. ”Di RW 12 perumahan Marina Garden, 1 pasien meninggal, anak-anak,” ujar Ketua RW 12 perumahan Marina Garden, Amir, Minggu (7/11).

Masih kata Amir, meninggalnya sudah seminggu lalu di rumah sakit. Memang pengaruh lingkungannya kurang bersih dan kumuh. ”Saya juga sampaikan ke warga selalu jaga kebersihan lingkungan, rumah harus bersih jangan ada penampungan air yang terbuka. Parit selalu dibersihkan. Gotong royong juga saya galakkan,” bebernya.

Katanya, kejadian itu sudah dilapor ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Tanjunguncang. Tetapi tindakan puskesmas belum ada. ”Turun belum juga. Maunya itu Puskesmas turun dan mendata serta menindaklanjutinya sampai tuntas,” sebutnya.

Sementara itu di RW 08 perumhan Barelang-Central Raya (Barcera) bulan Januari lalu 1 orang kena DBD. ” Kami atas nama perangkat selalu mengimbau menjaga kebersihan lingkungan masing- masing. Dan kami memiliki program per 6 bulan selalu fogging untuk mencegah DBD,” ujar Ketua RW 08 Barcera, Boyke saat dijumpai memfogging lingkungannya, Minggu (7/11). Lebih parah lagi kasus DBD di perumahan Pluto RW 05 sebanyak 10 orang di bulan Oktober

“Saya juga sudah mengimbau selalu menjaga kebersihan, menutup penampungan air dan membersihkan parit depan rumah.

Boyke mengaku, DBD cepat menyebar salah satunya karena faktor lingkungan dan sat ini Batam lagi musim hujan. ”Dan kasus ini sudah lapor ke Puskesmas lewat bidan Nova yang tugas di puskesmas. Cuman survai saja. Tindakan selanjutnya tidak ada. Kejadian kasus DBD ini inisiatif warga lapor ke perangkat RT/RW. Dari Dinas sampai sekarang tidak ada tindakannya. Sudah berulang kali kasus ini terjadi. Dan sudah lapor berulang kali tidak ada tindakan selanjutnya. Apakah harus ada korban jiwa berjatuhan sampai mati tergeletak warganya baru turun, sebut ketua RW 05 perumahan Pluto,” beber Ali Amri Siregar dengan kesal, Minggu (7/11).

Masih kata mantan RT ini, puskesmas hanya survai saja tidak ada tindakan. ” Turun foto dan minta tanda tangan ke RW itu saja. Percuma kita lapor tidak ada tindakan,” sebutnya dengan kesal lagi.

BACA JUGA: Di Batam, Kasus Demam Berdarah Meningkat

Sementara itu ketua RT 03 RW 024 mengatakan Puskesmas cuman datang foto, data dan minta tanda tangan. ”Setelah itu kita ajukan Ke dinas itu aja pesan Puskesmas, ujar Julpan. Masih kata Julpan, dari puskesmas suruh ambil pembunuh jentik nayamuk dan foggingnya akan menyusul karena masih diajukan, tuturnya.

” Kita bunuh dulu jentiknya. Baru kita fogging, itu saja sih pesannya,” kata ketua RT 03 RW 024 ini. Menurutnya, harusnya pihak terkait harus bertindak, karena sudah dua minggu belum ada tindakan. ”Setidaknya ada fogging disegerakanlah. Sudah 2 Minggu sudah datang seharusnya. Sekarang belum ada juga,” sebutnya dengan kesal.

Di perumahan Taman Carina RW 02 juga ada kasus DBD 1 orang. ”Tetapi sudah pulang dan pemulihan di rumahnya,” ujar Ketua RW 02, Hakimin. Sementara Lurah Tanjunguncang, Anwaruddin mengatakan dengan banyaknya kasus di wilayahnya akan bawa rapat hari Senin dan berkordinasi dengan kepala Puskesmas untuk mengatasi DBD ini.

Dia mengatakan, dulu ada aduan warga soal DBD. Saya kira ada turun fogging dari puskesmas. Rupanya tidak ada ya, ujarnya. Bila gini kasusnya kita harus ambil alih cepat ini.Tidak bisa main- main makin parah nantinya. Aplagi warga sudah resah dan RT/ RW juga sudah lapor kesaya. Apalagi kasus ini sudah lama dan korban sudah berjatuhan. Apalagi ada satu perumahan sampai puluhan korbannya, katanya.

Tindakan selanjutnya. Kita akan kordinasikan dengan puskesmas secepatnya menindak lanjutinya. Kanena masyarakat sudah resah juga. Dan RT RW juga udah lapor ke saya. Dan sudah lama juga tak turun tindakan selanjutnya, kata mantan Lurah Ngenang ini.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM), dr. Nur Aini saat dikonfirmasi mengaku kasus ini sudah kita teruskan ke Dinas Kesehatan. ”Nanti biar difollow up lagi sudah sampai mana perkembangan laporan Puskesmas itu,” tuturnya.
”Laporan masuk yang kena DBD 3 orang saja sampai saat ini,” ujarnya. (*)

Reporter : Dalil Harahap

UPDATE