Minggu, 15 Maret 2026

Defisit Rp 300 Miliar, Pemko Batam Cari Potensi PAD

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam Muhammad Rudi. F.Dalil Harahap

batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi meminta kepada semua OPD Pemko Batam penghasil untuk mengoptimalkan capaian pendapatan daerah. Sampai saat ini defisit sudah mencapai Rp 300 miliar. Diharapkan angka ini bisa ditekan, dengan optimalisasi capaian dari sumber pendapatan daerah.

Ia menjelaskan laporan angka defisit masiah terus bergerak, jika tidak bisa memaksimalkan potensi yang sudah dihitung, tidak tertutup kemungkinan angka ini akan terus bertambah.

“Mari kita berdoa, agar angka ini bisa ditekan. Jika semua bisa memanfaatkan sumber pendapatan dengan maksimal, saya yakin akhir semester pertama ini, defisit bisa ditekan,” katanya usai melepas JCH asal Batam di Radisson Hotel, Kamis (9/6).

Ia menjelaskan, jika angka defisit semakin bertambah, maka akan berdampak terhadap rencana pembangunan fisik, belanja, dan program lainnya yang sudah direncanakan dan disusun tahun lalu.

“Sudah pasti terdampak, karena untuk membangun itu membutuhkan uang, dan sekarang pendapatan kita masih defisit dari target yang ada. Intinya tidak semua proyek bisa berjalan. Mungkin akan ada beberapa yang harus dan terpaksa ditunda sampai tahun depan,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya sudah menyusun dan memastikan 10 proyek prioritas tetap dilaksanakan tahun ini. Proyek tersebut tersebar di OPD seperti Dinas Bina Marga dan Sumber daya Air, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, serta OPD lainnya.

Ke sepuluh proyek prioritas tersebut mayoritas merupakan proyek pembangunan yang sudah tertunda sejak dua tahun lalu. Untuk itu, Rudi meminta kepada OPD untuk bekerja lebih maksimal untuk mendongkrak capaian PAD.

Menurutnya, masih ada waktu untuk mengoptimalkan capaian. Menurutnya potensi-potensi yang ada harus digali terus, sehingga bisa memberikan dampak terhadap penghasilan Pemerintah Kota Batam.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Batam, Suhar mengatakan ada tiga proyek yang masuk dan 10 proyek prioritas yang sudah di tanda tangani Wali Kota Batam.

Ketiga proyek tersebut dipastikan berjalan tahun ini. Ia menyebutkan tiga proyek sudah masuk tahap lelang, sudah ada pemenang, dan siap dikerjakan. Suhar menyebutkan tiga proyek prioritas skala tinggi itu yaitu pengerjaan Masjid Agung Batam yang rencananya Juni mulai dikerjakan.

Kedua proyek air bersih yang sudah siap kontrak dan mulai dikerjakan. Ketiga proyek pembangunan Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang sudah ada pemenang lelang, dan segera dikerjakan.

“Ini yang skala prioritasnya tinggi dan masuk dalam 10 proyek strategis pemko Batam,” kata dia.

Kesepuluh proyek tersebut berasal dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Suhar berharap pengerjaan berjalan sesuai rencana. Khusus untuk Masjid Agung Batam, pengerjaan revitalisasi masjid sudah tertunda selama dua tahun akibat refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Jadi tiga proyek itu sangat prioritas. Termasuk bangunan Kantor Disnaker yang sudah tidak layak, dan memang butuh pembangunan baru,” sebutnya.

Disinggung mengenai proyek lainnya, Suhar mengatakan untuk saat ini fokus pada tiga proyek tersebut. Sesuai dengan arahan pimpinan, dan pembangunan melihat ketersediaan anggaran.

“Kami memang usulkan yang sangat prioritas,” imbuhnya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Yumasnur mengatakan ada beberapa proyek yang direncanakan dilanjutkan tahun ini. Beberapa di antaranya juga masuk dalam 10 proyek prioritas Pemko Batam.

“Untuk detailnya saya lupa yang mana saja. Karena yang kami kerjakan cukup banyak. Sehingga saya tidak bisa menyebutkan satu per satu,” kata dia.

Beberapa proyek yang dipastikan dilanjut tahun ini di antaranya, pembenahan simpang basecamp, simpang Tembesi. Serta pelebaran jalan dari basecamp menuju Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah.

Selanjutnya pelebaran simpang kata ke arah simpang Kepri Mall di jalur sebelah kiri juga direncakan tahun ini. Beberapa proyek tersebut termasuk prioritas dikerjakan. Sedangkan untuk lanjutan proyek lainnya juga masih menunggu.

“Melihat ketersediaan anggaran. Kalau kami maunya semua dikerjakan, agar infrastruktur Batam lebih maju,” sebutnya. (*)

 

Reporter : YULITAVIA

SALAM RAMADAN