
batampos – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam terus berupaya mendekatkan layanan kepada jemaah calon haji, khususnya yang tinggal di wilayah pulau-pulau (hinterland).
Salah satunya dengan menggelar bimbingan manasik haji langsung di Kecamatan Belakang Padang, sehingga jamaah tidak perlu bolak-balik ke pusat Kota Batam.
Kegiatan manasik haji tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kemenhaj Kota Batam, Syahbudi, dan diikuti oleh 12 jemaah calon haji asal Kecamatan Belakang Padang yang masuk dalam kuota keberangkatan haji 1447 H/2026 M.
Syahbudi mengatakan, pelaksanaan manasik haji di wilayah hinterland merupakan bentuk perhatian dan peningkatan pelayanan kepada jamaah yang tinggal di pulau-pulau.
Dengan manasik yang digelar di tingkat kecamatan, jemaah diharapkan lebih mudah mengakses pembinaan tanpa harus menempuh perjalanan laut menuju pusat kota.
“Ini bagian dari upaya kami agar jemaah, khususnya yang tinggal di hinterland, tidak terbebani perjalanan jauh. Manasik kami laksanakan lebih dekat dengan tempat tinggal jamaah,” ujar Syahbudi, Minggu (18/1).
Dalam kegiatan tersebut, jemaah dibekali pemahaman menyeluruh mengenai tahapan perjalanan haji Gelombang I, mulai dari keberangkatan dari Tanah Air, rangkaian ibadah di Madinah, hingga puncak pelaksanaan haji di Makkah.
Jemaah juga mendapatkan materi tentang rukun dan tata cara umrah sebagai bekal awal sebelum tiba di Tanah Suci.
Manasik berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab. Salah seorang jemaah, Nasrun bin Masnur Umar, menanyakan makna dari prosesi melontar jumrah.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Syahbudi menjelaskan bahwa melontar jumrah bukan sekadar ritual, melainkan memiliki makna historis dan spiritual, yakni meneladani Nabi Ibrahim AS dalam menolak godaan setan.
“Makna yang harus dibawa jamaah adalah tekad untuk menolak godaan setan dan menjauhkan diri dari sifat-sifat buruk dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Syahbudi menambahkan, selain manasik yang digelar di kecamatan, Kemenhaj Batam juga akan melaksanakan manasik lanjutan secara terpusat sebagai penguatan akhir bagi jemaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Melalui rangkaian manasik ini, jemaah calon haji Kecamatan Belakang Padang diharapkan mampu memahami ibadah haji secara utuh, melaksanakannya secara mandiri dan khusyuk, serta meraih predikat haji yang mabrur. (*)



