Minggu, 11 Januari 2026

Demo di 6 Titik, Ribuan Ojek Online di Batam Siap Offbid Massal Besok

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Aliansi Driver Ojek Online Batam melakukan aksi demo di depan Gedung Graha Kepri, Selasa (11/6). Besok, driver ojol kembali menggelar aksi. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Ribuan driver ojek online di Kota Batam akan menggelar aksi damai bertajuk Aksi 205, pada 20 Mei. Aksi ini bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan merupakan bagian dari gerakan nasional yang digelar serentak di 14 kota di Indonesia.

Di Batam, aksi ini diorganisir oleh Komunitas Andalan Driver Online (Komando), Aliansi Driver Online Batam (Adob), dan didukung oleh lebih dari selusin komunitas pengemudi ojek online baik roda dua maupun roda empat.

Ketua Komando Batam, Feryandi Tarigan, menyebut aksi ini merupakan bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan perusahaan aplikator yang dianggap memberatkan para driver. “Kami jadikan 20 Mei sebagai momentum kebangkitan transportasi online. Aksi ini bentuk kekecewaan kami atas kebijakan aplikator yang semakin tidak berpihak pada driver,” tambahnya, Minggu (18/5).

Baca Juga: Kepri Luncurkan 4 Skema Visa Khusus untuk Ekspatriat di Singapura dan Malaysia

Dalam aksi tersebut, massa akan bergerak menuju enam titik yang menjadi sasaran aksi. Di antaranya Kantor Grab Batam, Kantor Gojek, Maxim, Kantor DPRD Batam, Kantor Wali Kota Batam, dan Kantor Perwakilan Gubernur Kepri di Batam.

Salah satu tuntutan utama adalah penerapan Peraturan Gubernur Kepri sebagaimana tertuang dalam SK Gubernur Kepri Nomor 1080 dan 1113 Tahun 2024 yang mengatur tarif layanan transportasi online. Mereka menuntut seluruh aplikator mematuhi regulasi tersebut.

Menurutnya, aksi damai ini akan melibatkan sedikitnya 2.000 pengemudi dari berbagai komunitas di Batam. Selain turun ke jalan, para driver juga sepakat untuk mematikan aplikasi alias melakukan offbid secara serentak selama aksi berlangsung.

Aksi offbid dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. Para driver menyatakan akan menghentikan seluruh aktivitas daring mereka selama waktu tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan yang sedang dilakukan.

“Memang ada driver yang kerja malam hari sebelumnya. Tapi setelah itu, seluruh komunitas sepakat untuk tidak lagi melakukan aktivitas online pada hari Senin,” kata Feryandi.

Baca Juga: Pelebaran Jalan Tanpa Rencana Saluran Air, Batam Langganan Banjir

Salah satu tuntutan paling krusial dalam aksi ini adalah soal potongan yang dikenakan oleh aplikator. Para driver meminta potongan maksimal 10 persen dari tarif yang dibayarkan oleh penumpang. Ia mencontohkan, dalam praktiknya saat ini potongan aplikator bisa mencapai 20 hingga 25 persen.

“Misalnya tarif roda dua untuk jarak dekat Rp9 ribu, driver hanya terima Rp6 ribu. Itu potongannya besar sekali,” katanya.

Selain menolak potongan berlebih, massa aksi juga menuntut penghapusan dua program yang dianggap merugikan driver, yakni program Grab Hemat dan GoFood Goceng. Kedua program ini dinilai menekan pendapatan pengemudi secara signifikan.

Aksi ini bukan untuk mengganggu masyarakat, namun sebagai bentuk perjuangan kolektif untuk keadilan bagi para pengemudi online. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna layanan atas terganggunya aktivitas transportasi pada hari tersebut.

“Kami mohon maaf kepada para pengguna jika pada tanggal 20 nanti layanan transportasi online terganggu. Ini demi kebaikan bersama ke depan,” ujarnya. (*)

 

Reporter: Arjuna

Update