
batampos – Lonjakan penumpang pada Angkutan Lebaran 2026 mulai diantisipasi sejak dini oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam. Tak hanya memproyeksikan kenaikan jumlah pemudik, Pelni juga menyiapkan tambahan armada dan skema penjualan tiket bertahap demi memastikan perjalanan tetap nyaman.
Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, memproyeksikan jumlah penumpang Lebaran tahun ini meningkat sekitar 1 hingga 5 persen dibandingkan tahun lalu. Pada Angkutan Lebaran 2025, total penumpang arus mudik dan balik tercatat mencapai 646.554 orang.
“Untuk 2026 kami perkirakan ada kenaikan sekitar 1 sampai 5 persen. Artinya total penumpang bisa berada di kisaran 653 ribu sampai 679 ribu orang,” ujarnya, Jumat (20/2).
Rute Batam–Belawan (Sumatera Utara) dipastikan kembali menjadi jalur terpadat. Tahun lalu, lintasan ini mendominasi arus keberangkatan maupun kepulangan.
Untuk mengantisipasi lonjakan, selain mengandalkan KM Kelud yang rutin masuk Batam, Pelni juga menambah satu armada yakni KM Nggapulu.“Karena Batam–Belawan selalu padat, maka kami tambah kapal. Ini untuk mengurai kepadatan sekaligus memberi pilihan jadwal bagi masyarakat,” jelas Edwin.
Pelni memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 19 Maret 2026, terutama untuk keberangkatan menuju Belawan. Perkiraan ini disesuaikan dengan kemungkinan Hari Raya Idulfitri yang jatuh pada 20 atau 21 Maret.
Tak hanya dari sisi armada, dukungan juga datang dari pemerintah melalui diskon 30 persen tarif dasar tiket kapal Pelni untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 5 April 2026. Total anggaran subsidi yang disiapkan mencapai Rp42,3 miliar.
Menurut Edwin, kebijakan ini diharapkan meringankan beban masyarakat.“Dengan diskon 30 persen, tentu ada dana lebih yang bisa dimanfaatkan pemudik saat berada di kampung halaman,” katanya.
Selain pengaturan arus penumpang, Pelni berencana kembali menghadirkan hiburan ringan atau program “customer happiness” guna mengurangi kejenuhan penumpang saat menunggu kapal.
Tahun lalu, misalnya, tersedia stan pijat gratis bagi penumpang yang sedang menunggu keberangkatan. Di tengah potensi lonjakan penumpang, Edwin juga mengingatkan masyarakat agar membawa barang secukupnya.
“Penumpang pasti ramai. Supaya kapal tetap nyaman dan ruang tidak sempit, kami imbau membawa barang seperlunya,” tutupnya.(*)



