
batampos – Kota Batam masih menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan mancanegara (wisman). Letaknya yang strategis, serta dekat dengan Singapura dan Malaysia menjadi daya tarik utama bagi turis untuk bertandang.
Selain faktor jarak, Batam juga dikenal memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Mulai dari hotel, pusat perbelanjaan, lapangan golf, hingga wisata kuliner yang beragam. Hal ini membuat Batam tetap diminati wisatawan asing.
Meski demikian, Batam dinilai masih kurang berinovasi dalam menghadirkan daya tarik wisata baru. Hal ini membuat wisman berpotensi merasa jenuh jika berkunjung berulang kali.
Baca Juga: Pleno Penetapan UMK se-Kepri 2026 Rampung, Ini Angka UMK Tiap Daerah di Kepri
Penilaian tersebut disampaikan oleh Tour Guide Inco Travel Batam, Liston, saat ditemui di Pelabuhan Ferry International Batam Center, Senin (22/12). Menurutnya, Batam perlu terobosan besar agar bisa bersaing dengan destinasi wisata lain di kawasan Asia.
“Seharusnya ada wahana besar seperti Disney Land. Jadi wisatawan tidak bosan. Selama ini hanya kuliner dan sport tourism seperti golf. Kalau tidak ada inovasi, Batam, ya gini-gini saja,” katanya.
Dia menyebut, mayoritas wisatawan yang ia bawa berasal dari Korea Selatan (Korsel). Mereka pada umumnya memiliki minat khusus terhadap olahraga golf. “Biasanya mereka main golf dulu, setelah itu baru menikmati kuliner dan keliling Batam sampai ke Jembatan Barelang,” tambahnya.
Karakter wisatawan berbeda-beda, tergantung asal negara. Wisatawan dari Singapura dan Malaysia, kata dia, cenderung lebih menyukai wisata belanja dan wahana rekreasi keluarga.
“Mereka biasanya suka ke mal, belanja, atau ke tempat wisata seperti kebun binatang,” ujar Liston.
Baca Juga: UMK Batam Naik Jadi Rp5,35 Juta
Sementara itu, seorang wisatawan asal Malaysia, Danish, mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di Kota Batam. Baginya, Batam merupakan kota yang modern dengan budaya yang hampir sama dengan Malaysia.
“Baru pertama kali datang, jadi belum tahu mau ke mana. Saya tahu Batam dari media sosial, lalu coba trip mandiri. Orang-orangnya ramah, dan harga makanannya terjangkau,” ujarnya.
Selama berada di Batam, ia ingin membeli oleh-oleh khas daerah dan mengunjungi beberapa ikon wisata yang ada. “Saya mau coba beli kek lapis dan pergi ke Barelang,” katanya. (*)



