
batampos – Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Fendi Hidayat, menegaskan pentingnya menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah. Program nasional ini, kata dia, merupakan wujud nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing.
“Melalui MBG, negara hadir secara nyata untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak atas makanan bergizi yang layak tanpa terkecuali,” ujar Fendi, Rabu (8/10).
Menurutnya, program MBG telah membawa dampak sosial yang luas di masyarakat. Banyak orang tua merasa terbantu karena kebutuhan gizi anak kini lebih terjamin. Anak-anak juga menjadi lebih bersemangat dan fokus belajar di sekolah.
“MBG bukan sekadar bantuan pangan, tetapi kebijakan strategis yang menyeimbangkan antara peningkatan kapasitas intelektual dan pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik,” katanya.
Baca Juga: Akses ke SDN 013 Kini Lebih Luas, Drainase Tertata
Selain berdampak langsung pada anak dan keluarga, Fendi menyebut MBG juga menggerakkan ekonomi lokal. Program ini melibatkan petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM dalam rantai pasok bahan makanan, yang pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“MBG berkontribusi pada tumbuhnya sektor ekonomi produktif di tingkat lokal. Ini menunjukkan bagaimana program sosial bisa sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat,” jelasnya.
Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan MBG tidak cukup diukur dari banyaknya penerima manfaat, melainkan dari mutu pelaksanaannya. Karena merupakan program utama Presiden, setiap tahap pelaksanaan harus diawasi dengan ketat agar kualitasnya terjaga.
“Menu yang disajikan harus memenuhi standar gizi seimbang, diolah secara higienis, dan disajikan tepat waktu. Kualitas harus jadi prioritas,” tegasnya.
Fendi juga mendorong adanya pengawasan dan evaluasi berkelanjutan terhadap pelaksanaan MBG di Batam. Pemerintah daerah, kata dia, perlu membangun sistem monitoring yang transparan dan akuntabel agar setiap dapur penyedia MBG beroperasi sesuai standar.
“Evaluasi harus melibatkan sekolah, masyarakat, dan lembaga pengawas independen agar perbaikan bisa dilakukan cepat dan tepat,” imbuhnya.
Baca Juga: Lubang Besar di Jalan Laksamana Bintan Intai Pengendara, Rawan Kecelakaan
Ia juga menyoroti pentingnya penerapan disiplin terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dapur MBG, mulai dari pengelolaan bahan baku hingga penyajian.
“Penegakan SOP bukan sekadar administratif, tapi tanggung jawab moral agar anak-anak menerima makanan yang benar-benar bergizi dan aman,” kata Fendi.
Lebih lanjut, Fendi menyebut bahwa Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra telah menempatkan peningkatan sumber daya manusia sebagai salah satu prioritas utama pembangunan. Sinergi antara program nasional MBG dan visi pembangunan SDM Batam dinilai sangat penting.
“Pelaksanaan MBG yang berkualitas, transparan, dan berkelanjutan akan memperkuat visi Batam sebagai kota yang unggul di bidang ekonomi dan pendidikan,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat, dan pelaku UMKM lokal terus diperkuat agar MBG dapat menjadi contoh sukses sinergi pembangunan nasional yang berjalan baik di tingkat daerah.
“Menjaga kualitas MBG berarti ikut membangun generasi Batam yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di era global,” pungkasnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



