Minggu, 25 Januari 2026

Dewan Pendidikan Batam Rangkul Malaysia Bangun Ekosistem Pembelajaran Era Digital

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Dewan Pendidikan Kota Batam sukses menghimpun ratusan pendidik dalam Seminar Internasional Pendidikan Negeri Serumpun di Aula Kampus Ibnu Sina Batam, Kamis (13/11). Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Upaya memperkuat kualitas pendidikan Batam kini melangkah ke pentas internasional. Dewan Pendidikan Kota Batam sukses menghimpun ratusan pendidik dalam Seminar Internasional Pendidikan Negeri Serumpun di Aula Kampus Ibnu Sina Batam, Kamis (13/11).

Sekitar 500 guru dan kepala sekolah tingkat SD dan SMP hadir untuk mengikuti pertukaran gagasan mengenai inovasi pembelajaran era digital bersama para narasumber dari Indonesia dan Malaysia.

Mengusung tema “Membangun Ekosistem Pendidikan Berdaya Saing Global Berbasis Kearifan Serumpun,” seminar ini menjadi ruang penting untuk memperkuat koneksi pendidikan antarnegara serumpun. Pemanfaatan teknologi, kecerdasan artifisial (AI), serta penerapan deep learning menjadi sorotan utama, sejalan dengan kebutuhan pembelajaran modern yang mendorong kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Dr. Fendi Hidayat, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperluas wawasan dan kompetensi guru di tengah percepatan perkembangan teknologi.

“Kita ingin membangun ruang kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia dalam inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Guru-guru Batam harus berada di garis depan dalam menyiapkan generasi yang mampu berpikir mendalam, adaptif terhadap kemajuan teknologi, namun tetap berakar pada nilai karakter,” ujar Fendi.

Selain penguatan literasi digital, Fendi juga menaris penekanan khusus pada pentingnya pendidikan karakter dan keimanan sebagai fondasi utama peserta didik.

“Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kekuatan karakter dan keimanan. Peserta didik perlu memiliki filter moral dan spiritual agar siap menghadapi derasnya informasi dan tantangan zaman. Ini penting agar mereka tumbuh dengan integritas,” jelasnya.

Menurut Fendi, seorang guru tidak boleh berhenti belajar. Transformasi pendidikan hanya bisa dicapai jika pendidik terus memperbarui kompetensinya.

“Guru harus terus berkembang dan membuka diri terhadap pembelajaran baru. Ini kunci agar kita tidak tertinggal dan mampu memberikan layanan pendidikan terbaik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fendi juga mengapresiasi program peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi prioritas kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.

“Kegiatan ini adalah bentuk konkret dukungan Dewan Pendidikan terhadap program peningkatan SDM yang dijalankan Pak Amsakar dan Bu Li Claudia. Ini menunjukkan komitmen kuat Pemko Batam dalam membangun ekosistem pendidikan yang maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Seminar tersebut ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan penandatanganan rencana tindak lanjut, berupa penyusunan program pelatihan implementasi pembelajaran berbasis teknologi bagi para guru di Batam.

Tiga narasumber lintas negara dihadirkan dalam kegiatan ini, yakni Dr. Nor Fasiha Mohd Yusof dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Raden Umar, M.Pd, Tenaga Ahli Wamendespdt RI sekaligus akademisi BSI Jakarta, serta Dr. Fendi Hidayat, S.T., M.Kom dari Universitas Batam yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam.  (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update