
batampos — Dewan Pendidikan Kota Batam melakukan monitoring ke SMPN 41 Kota Batam, Selasa (9/12).
Kunjungan ini bertujuan meninjau kondisi proses belajar mengajar, kebutuhan sekolah, serta pelaksanaan ujian berbasis digital yang sedang berlangsung serentak di Kota Batam.
Tim Monitoring di sekolah yang berlokasi di Jalan Bunga Raya Lubukbaja tersebut dipimpin Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Batam Dukhroini Ali dan Komisi Sapras Dewan Pendidikan Kota Batam Jamil.
Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah menyampaikan sejumlah harapan dan usulan kepada Dewan Pendidikan agar diteruskan ke Wali Kota Batam dan Dinas Pendidikan Kota Batam.
Kepala SMPN 41 Batam, Fahrul, meminta agar proses merger SD yang berada di lingkungan sekolah dapat dipercepat. Di mana di lokasi SMPN 41 juga ada SD Negeri 007 Lubuk Baja. Dan beberapa tahun lalu sudah pernah diusulkan untuk dimerger dengan sekolah terdekat, namun hingga saat ini belum terealisasi.
Langkah ini dinilai penting untuk mengatasi keterbatasan ruang belajar sehingga sekolah tidak perlu lagi melaksanakan proses pembelajaran dengan sistem dua sift seperti saat ini.
“Terkait sarana dan prasarana, inilah yang paling mendesak yang bisa segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Selain itu, pihak sekolah juga menyampaikan kebutuhan penambahan tenaga pendidik, khususnya guru olahraga dan guru Bahasa Indonesia, serta guru kesenian guna meningkatkan efektivitas pembelajaran dan memenuhi rasio guru-murid yang ideal.
Sekolah yang sudah berdiri sejak 2011 itu, kini memiliki 1077 siswa dengan jumlah guru dan tenaga kependidikan sebanyak 45 orang.
Dalam kesempatan itu, Fahrul juga mendukung program seragam gratis yang dicanangkan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali
Kota Batam Li Claudia Chandra, di mana di SMPN 41 sudah berjalan dengan baik. Siswa mendapat seragam putih biru dan baju Melayu secara gratis.
Tim monitoring Dewan Pendidikan Kota Batam juga meninjau langsung pelaksanaan ujian yang telah menerapkan sistem digital.
Melalui sistem ini, hasil ujian siswa dapat diketahui secara cepat karena langsung diproses oleh perangkat lunak yang digunakan.
Dewan Pendidikan memberikan apresiasi terhadap kinerja sekolah dalam mengadopsi teknologi ujian digital serta mencatat seluruh masukan yang disampaikan untuk dibahas lebih lanjut bersama dinas terkait.
Kegiatan monitoring diakhiri dengan evaluasi singkat dan harapan agar pelayanan pendidikan di SMPN 41 semakin optimal demi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Batam.
“Insya Allah usulan dan masukan akan kami teruskan kepada Wali Kota Batam dan Dinas Pendiikan Kota Batam agar segera direalisasikan, sehingga proses belajar mengajar di sekolah ini bisa berjalan secara optimal,” jelas Dukhroini Ali. (*)



