Kamis, 22 Januari 2026

Di Balik Perilaku si Tukang Pamer

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – Istilah flexing lagi sering digunakan di dunia maya. FYI, flexing berarti pamer atau membanggakan sesuatu untuk men­dapatkan popularitas. Flexing nggak terlepas dari keberadaan media sosial yang mendorong seseorang untuk show up dan men­dapatkan pengakuan. Hmm, kok bisa gitu, ya? Yuk, cari tahu! (arm/c12/lai) 

Beberapa orang melakukan flexing untuk membuat orang lain terkesan. Apalagi ketika berada di lingkungan baru. Dengan pamer, mereka merasa lebih menarik di mata orang lain sehingga dapat memperluas pergaulan. Padahal, bikin orang terkesan bisa dengan hal lain seperti wawasan yang luas atau menjadi pendengar yang baik. Pamer justru bikin orang lain nggak nyaman dan kesal.

Orang yang gemar flexing memiliki kebutuhan besar akan perhatian dan eksistensi diri. Kebutuhan itu terpenuhi jika orang lain mengakui apa yang mereka miliki. Mau itu baik ataupun buruk. Nggak jarang mereka melebih-lebihkan cerita agar mendapat perhatian lebih. Semakin banyak atensi yang diterima, semakin mereka puas.

Mereka yang suka pamer sebenarnya merasa insecure atau rendah diri. Mereka ingin menutupi kekurangan itu dengan memamerkan pencapaian, prestasi, hingga harta untuk mendapatkan validasi dari orang lain. Flexing juga dilakukan untuk meyakinkan diri bahwa mereka baik-baik aja. Daripada pamer, yuk mulai belajar menerima kelebihan dan kekurangan diri!

You are your society! Tekanan sosial bisa jadi pemicu seseorang untuk flexing. Mereka berada di lingkungan yang selalu mementingkan gaya hidup mewah. So, mau nggak mau, mereka harus menyesuaikan gaya hidupnya agar tetap bisa diterima. Duh, pilah lagi deh circle pertemananmu!

Kamu pasti pernah menjumpai influencer yang sengaja flexing untuk strategi marketing. Hal tersebut dipercaya dapat meningkatkan popularitas dan keuntungan. Orang lain pun jadi kepo dan tertarik dengan barang yang dipamerkan. Sebab, ada beberapa orang yang mudah tertarik dan percaya dengan apa yang terlihat di media sosial.

Ilustrasi : Nina/ Zetizen Team

 

Tukang pamer sering kali nggak menyadari perbuatannya. Meskipun, kamu udah menunjukkan gestur nggak tertarik. Well, kamu perlu cari cara biar nggak terpaksa meladeni. Nah, berikut beberapa cara yang bisa kamu coba buat menghadapi si hobi flexing.

Jangan Mudah Terkesan
Orang yang hobi pamer selalu membicarakan dirinya untuk memberikan kesan kepada lawan bicara. Saat orang lain tertarik mendengarkan, flexing yang mereka lakukan akan menjadi-jadi. So, tunjukkan sikap biasa aja. Kalau perlu, katakan bahwa kamu nggak gampang kagum atau terkesan dengan orang lain. Cara itu bisa membuat mereka canggung dan enggan pamer kepadamu.

Alihkan Pembicaraan
Don’t give a chance! Men­dengarkan orang yang suka pamer memang menyebalkan. Alangkah baiknya kamu segera mengalihkan pembicaraan. Usahakan memilih topik pembi­caraan yang nggak berhubungan dengan kehidupan mereka. Dijamin, mereka akan ke­bing­ung­an dan berhenti untuk pamer.

Ikutan Pamer
Melansir Psychology Today, orang yang hobi pamer nggak suka ketika orang lain pamer di hadapannya. Jadi, nggak masalah jika kamu sedikit flexing tentang apa yang kamu miliki. Dengan begitu, mereka bakal kesal dan memilih meninggalkanmu. But, don’t too much! Setelah ikutan pamer, coba evaluasi diri agar perbuatan tersebut nggak menjadi kebiasaan.

Let Them Go!
Setiap orang tentu pengin jadi pendengar yang baik. Namun, nggak berarti kamu harus membuang waktu untuk mendengarkan orang pamer. Just let them go! Nggak masalah untuk meninggalkan mereka daripada kamu buang-buang energi. Pamitlah dengan ramah dan berikan senyuman untuk menghindari kesan negatif. Focus on yourself and your business!

 

” Hati-hati Terjebak Flexing

Reporter : Vany Aliffia
Editor : Agnes Dhamayanti

Setiap bahasa gaul di media sosial memiliki asal muasal masing-masing. Tetapi, terlalu sering flexing membuat seseorang menjadi kurang empati dan tidak peka pada masalah sosial. Namun, pernah gak sih sobat merasa terganggu dengan konten flexing yang bertebaran di media sosial? Apalagi saat menyadari bahwa pelaku flexing hanya berpura – pura kaya. Karena itu perlu metode efektif agar dapat meminimalisasi pengaruh negatif flexing, khususnya terhadap kalangan milenial. Nah gimana sih cara efektif mencegah pengaruh negatif flexing di kalangan kita? Yuk Simak! (*)

F. Dokumentasi Pribadi

Made Weda Pradnyana
Universitas Waemadewa
@wedapradnyanaa

Secara tidak langsung, semakin sering seseorang flexing di media sosial, maka akan memberikan dampak negatif. Seperti ingin menjadi orang kaya, lalu berhutang. Nah ini menjadi masalah besar bila kamu tidak sanggup membayar hutang tersebut. Cara cegah pengaruh flexing ketika kamu posting suatu pencapaian kamu bisa masukkan tujuanmu dan tambahkan penjelasan seperti kamu bangga dengan diri sendiri. Tetapi tidak perlu berlebihan dan sewajarnya saja. (*)

F. Dokumentasi Pribadi

Gillang Fahmy Hidayah
SMK muhammadiyah 1 Jakarta
@gillangfhmy

Flexing tidak hanya dilakukan pengguna media sosial, tetapi mungkin di sekitarmu ada orang yang berperilaku seperti itu. Cara cegahnya sebisa mungkin jauhi ingin bersaing dengan pelaku flexing. Sikap itu hanya akan menambah persoalan baru, kemudian jaga rasa percaya diri karena dengan dibekali rasa percaya diri kamu nggak akan terintimidasi dengan aksi pamer pelaku flexing. Kita tidak perlu berlebihan terhadap orang yang melakukan flexing, cukup memahami mengapa seseorang melakukan itu, kita perlu mengenal kekuatan dan kelemahan diri yang kita miliki.(*)

F. Dokumentasi Pribadi

Sinta Devi Rahayu
Politeknik Negeri Batam
@sintadevi.rh

Setiap flexing yang dilakukan orang lain memiliki tujuan yang beragam. Namun satu tujuan yang paling pasti ingin menunjukkan kemampuan dan status sosial mereka ke publik. Terkadang flexing yang dilakukan sering berakhir kesan yang kurang baik, seperti dianggap norak atau sombong bagi yang melihatnya. Tapi, menurutku cara mencegahnya bisa aja beri nasehat pelaku flexing ke arah yang lebih baik. Bila pelaku flexing adalah orang dekat, cobalah menasehatimya secara halus agar tak tersinggung. Selain itu, hadapi pelaku flexing dengan santai. Terlepas apapun pelaku flexing gemar pamer harta, cobalah untuk mema­haminya. (*)

Ilustrasi : Nina/ Zetizen Team

Update