
batampos – Pemko Batam tengah ancang-ancang menaikkan tarif parkir di ruang milik jalan (rumija) atau retribusi parkir tepi jalan.
Namun, kenaikan ini baru akan dilakukan setelah kenaikan tarif parkir khusus seperti di pusat perbelanjaan, perkantoran, pelabuhan, bandara dan sebagainya diterapkan dalam waktu beberapa bulan ke depan.
Namun, sebelum menaikkan tarif parkir rumija, DPRD Batam melalui tim Pansus Perubahan Perda Kota Batam Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Parkir, memberikan rekomendasi kepada Pemko Batam agar pengelolaan parkir rumija dilakukan oleh pihak ketiga dan menggunakan sistem pembayaran nontunai (cashless).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Salim, mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan sistem pembayaran nontunai untuk parkir di rumija.
Sistem ini nantinya akan menggandeng pihak Bank Riau Kepri.
”Kami mau uji coba. Ada beberapa titik yang nanti yang menggunakan nontunai. Untuk parkir tepi jalan, saat ini belum ada kenaikan,” ujar Salim.
Kata Salim, rumija akan dikelola pihak ketiga. Sistem pembayarannya akan menggunakan QRIS. Adapun, QRIS adalah Quick Response Code Indonesian Standard, merupakan standar kode QR Nasional untuk memfasilitasi pembayaran kode QR di Indonesia yang diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).
”Nanti ada pihak ketiga dari swasta. Metode pelaksanaan nanti terserah mereka (pihak ketiga), mau secara online atau tidak,” katanya.
Salim berharap pengelolaan parkir rumija oleh pihak ketiga lebih profesional. Sehingga, pendapatan akan lebih optimal. Kemudian, bisa memberikan kepercayaan kepada masyarakat dalam sistem keamanan.
”Yang jelas kami berikan target (pendapatan) per tahunnya. Semoga target itu tercapai,” tegasnya.
Saat ini, sambung Salim, ia meminta kepada seluruh masyarakat yang parkir di tepi jalan agar membayar sesuai tarif lama yakni sepeda motor Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000, karena belum ada kenaikan.
”Kalau ada petugas yang masih memungut lebih, langsung laporkan dan akan kami tindak,” ujarnya.
Reporter: Yulitavia



