Kamis, 8 Januari 2026

Di HAB ke-80 Kemenag, Amsakar Tekankan Kerukunan dan Literasi AI

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam Amsakar Achmad memimpin upacara Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama RI di MAN 1 Batam.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama siswa-siswi MAN 1 Batam usai memimpin Upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI di MAN 1 Batam, Sagulung, Sabtu (3/1). F. Diskominfo Batam

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama sekaligus meningkatkan literasi teknologi di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Pesan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026.

Upacara berlangsung khidmat di MAN 1 Batam, Kecamatan Sagulung, Sabtu (3/1). Kegiatan ini diikuti jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, kepala madrasah, guru, serta pelajar.

Dalam amanatnya, Amsakar membacakan sambutan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dengan tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Ia menekankan bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan kekuatan strategis dalam mendorong kemajuan bangsa.

Baca Juga: Aktivis Buruh Batam Soroti KUHP Baru, Minta Pemerintah Lebih Peka Aspirasi Rakyat

“Kerukunan bukan hanya tidak adanya pertikaian. Kerukunan adalah energi kebangsaan yang menyatukan perbedaan menjadi sinergi untuk kemajuan nasional,” ujar Amsakar.

Ia menegaskan, keberadaan Kementerian Agama sejak awal kemerdekaan merupakan kebutuhan nyata bagi bangsa Indonesia yang majemuk. Kemenag berperan menjaga nilai-nilai keagamaan yang damai sekaligus mendorong kesejahteraan sosial.

“Indonesia dibangun di atas keberagaman. Karena itu, perbedaan harus dirawat agar menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan,” katanya.

Amsakar juga menyinggung sejarah peradaban Islam yang pernah melahirkan pusat-pusat keilmuan dunia, seperti Baitul Hikmah. Menurutnya, integrasi nilai agama dan ilmu pengetahuan menjadi relevan dalam menghadapi tantangan global, termasuk perkembangan teknologi berbasis AI.

Baca Juga: Bulan Ini, Bantuan Kemanusiaan Batam untuk Bencana Sumatra Diberangkatkan ke Daerah Terdampak

“Di era kecerdasan buatan, kita tidak boleh tertinggal. Kita harus memastikan teknologi berkembang dengan nilai keagamaan yang moderat, sejuk, dan mencerahkan,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh aparatur Kemenag untuk terus memperkuat sinergi serta meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, sejalan dengan tema besar HAB ke-80.

“Dengan kerukunan, pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika, Indonesia akan melangkah menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.

Rangkaian upacara ditutup dengan penyerahan dan penyematan Tanda Kehormatan Satyalancana kepada 30 aparatur sipil negara sebagai apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam melayani umat dan bangsa. (*)

ReporterArjuna

Update