
batampos – Terminal Mukakuning di Jalan S. Parman, Kecamatan Sei Beduk, kota Batam, tak lagi berfungsi sebagai tempat naik-turun angkutan kota. Warga menyebut terminal ini hanya digunakan pada awal pembangunannya saja. Namun, bertahun-tahun kemudian dibiarkan begitu saja oleh Pemerintah Kota dan Dinas Perhubungan hingga berubah fungsi menjadi kawasan pemukiman liar.
Pantauan Batam Pos, Jumat (12/9) sore, kondisi terminal tampak memprihatinkan. Dinding bangunan bolong, sebagian atap rusak, dan area diisi gerobak pedagang. Bahkan sebagian lahannya kini disulap menjadi parkiran mobil milik warga.
BACA JUGA: Terminal 2 Bandara Hang Nadim Mulai Dibangun 2026
Ironisnya, kawasan yang seharusnya menjadi fasilitas publik itu kini ditinggali sekitar 60 kepala keluarga (KK). Ada yang membangun rumah liar di dalam terminal, ada pula yang hanya menumpang membuka usaha.
Menurut Fralin warga Sei beduk, salah satu penyebab utama matinya terminal adalah faktor lokasi. Sopir angkot enggan masuk karena jaraknya jauh dari jalan utama.
“Penumpang jarang mau turun atau naik di dalam terminal, jadi sopir lebih memilih berhenti di pinggir jalan raya. Sekarang sekitar 60 KK tinggal di sini,” ujarnya
Nining, warga lainnya, menyebut terminal tersebut sudah lama mati fungsi.“Terminal ini tidak berfungsi lebih dari sepuluh tahun,” kata dia. (*)
Reporter: M. Sya’ban



