Rabu, 21 Januari 2026

Dibuka Ansar, Muswil V LDII Kepri Mantapkan Delapan Program Prioritas Organisasi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) V Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Kepri di Ballroom PIH Batam Center, Sabtu (22/11). Foto. Arjuna/ Batam Pos

batampos – Musyawarah Wilayah (Muswil) V Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Kepri resmi dibuka di Ballroom PIH Batam Center, Sabtu (22/11). Agenda lima tahunan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penentuan arah kepemimpinan LDII Kepri untuk periode mendatang.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, hadir langsung membuka kegiatan tersebut. Kehadirannya menandai eratnya hubungan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dengan LDII dalam berbagai program sosial kemasyarakatan dan pembangunan daerah.

Ansar menyampaikan apresiasi atas kontribusi LDII yang telah lama hadir dan memberikan dedikasi bagi masyarakat Kepri. Ia menyebut, LDII sebagai organisasi kemasyarakatan yang aktif berkontribusi dalam bidang ekonomi, pendidikan, hingga energi terbarukan.

“Kepri terus berkembang dari waktu ke waktu menuju kemakmuran yang merata. Kontribusi LDII melalui kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat sangat membantu pemerintah daerah,” katanya.

Ia juga menyinggung capaian ekonomi Kepri yang tumbuh pada kisaran 7 persen. Menurutnya, berbagai elemen masyarakat termasuk LDII turut berperan dalam mendorong produktivitas dan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, yang hadir dalam Muswil V menyampaikan, pihak pusat tidak akan melakukan intervensi dalam proses pemilihan ketua wilayah LDII Kepri. Muswil merupakan forum tertinggi di tingkat provinsi yang harus dijalankan secara mandiri.

“Kami berharap proses Muswil dapat berjalan baik. DPP tidak ikut campur dalam pemilihan ketua wilayah. Serahkan kepada peserta Muswil untuk menentukan pemimpinnya,” katanya.

Chris menyebut, bahwa Muswil tidak hanya mengenai pergantian kepemimpinan, tetapi juga konsolidasi program organisasi. Ia memaparkan delapan visi LDII yang kini menjadi fokus utama dan sejalan dengan agenda pembangunan pemerintah daerah.

Delapan visi tersebut meliputi kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi syariah, ketahanan pangan, teknologi digital, dan energi terbarukan. Menurut dia, semua program ini sudah berjalan dan akan diperkuat melalui hasil-hasil Muswil.

“Seluruh program LDII selaras dengan visi yang dibangun Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Karena itu, LDII harus memperkuat komunikasi dan kolaborasi agar bisa memberikan kontribusi optimal bagi daerah,” kata dia.

Ia ingin para anggota dan pengurus membangun sumber daya manusia yang profesional religius. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus terus ditanamkan dalam setiap proses pembinaan warga LDII.

“Dalam membangun SDM, penting sekali menanamkan nilai kebangsaan. Maka bersinergilah dengan pemerintah, jalin komunikasi yang baik, dan ambil peran dalam pembangunan,” kata Chris.

Muswil V LDII Kepri tahun ini diikuti perwakilan pengurus kabupaten/kota dari seluruh Kepri. Selain agenda laporan pertanggungjawaban, Muswil juga membahas rekomendasi organisasi serta arah program lima tahun ke depan.

Forum Muswil menjadi ruang bagi LDII Kepri untuk memperkuat struktur organisasi dan menyelaraskan langkah di tiap daerah. Proses pemilihan ketua wilayah baru diharapkan menghasilkan figur yang mampu memperkuat peran LDII di tengah masyarakat.

Sejumlah peserta Muswil menyambut positif penegasan DPP mengenai kemandirian pemilihan. Mereka menilai sikap tersebut memberi ruang demokratis bagi pengurus daerah untuk menentukan arah kepemimpinan sendiri.

Penutupan Muswil dijadwalkan berlangsung pada hari yang sama dengan pembacaan rekomendasi dan hasil-hasil keputusan organisasi. (*)

Reporter: Arjuna

Update