Jumat, 16 Januari 2026

Diduga Depresi, Seorang Penumpang Lompat ke Laut dari Kapal Sindo 7 di Stulang Laut, Malaysia

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wanita yang melompat dari kapal di Stulang Laut, Malaysia saat tiba di Batam langsung diserahkan ke BP2MI. f.ist

batampos– Seorang penumpang kapal tujuan Batam, Ester nekat melompat ke laut dari atas kapal MV Sindo 7 yang bersandar di Pelabuhan Berjaya Waterfront, Stulang Laut, Malaysia, pada Rabu (4/6)pukul 14.40 waktu setempat.

Aksi nekat perempuan berusia 44 tahun itu terjadi sesaat sebelum kapal bertolak menuju Pelabuhan Internasional Batamcenter.

Kepala Syahbandar Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter, Erik Mario Sihotang, membenarkan peristiwa tersebut dan mengatakan bahwa penumpang telah berhasil diselamatkan oleh kru kapal, sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak pelabuhan setempat di Stulang Laut.

BACA JUGA: Atlet Kepri dan Polisi Diraja Malaysia Adu Kemampuan di Sparring Muaythai dan Boxing Internasional

“Perempuan tersebut diduga mengalami depresi. Saat proses manifest belum selesai dan kapal belum dilepas (cast off), dia tiba-tiba melompat ke laut. Untungnya kru sigap melakukan evakuasi,” ujar Erik kepada wartawan.

Peristiwa bermula saat petugas chief officer dan second officer kapal MV Sindo 7 kembali ke kapal dari darat, setelah membawa manifest penumpang dari agen pelayaran. Saat tiba di dermaga (jetty), mereka melihat seorang penumpang telah keluar dari kapal tanpa izin dan pengawasan kru.

Petugas kemudian berupaya membujuk penumpang tersebut untuk kembali naik ke kapal. Namun saat hendak masuk kembali, penumpang wanita itu justru berlari dan secara tiba-tiba melompat ke laut.

Seorang anak buah kapal (ABK) yang tengah berjaga di buritan segera melaporkan insiden tersebut kepada kapten. Dalam hitungan detik, kru melemparkan pelampung (lifebuoy) dan melompat ke laut untuk melakukan evakuasi.

“Kondisi arus laut yang cukup deras membuat proses penyelamatan berlangsung menegangkan. Penumpang dan salah satu kru sempat terbawa arus menjauh dari dermaga,” jelas Erik.

Menanggapi situasi darurat, kapten kapal langsung menghubungi Stulang Laut Port Control di saluran radio Channel 69, meminta bantuan kapal evakuasi. Tak lama kemudian, bantuan tiba dan keduanya berhasil dievakuasi dengan selamat ke atas kapal.

Setelah evakuasi, penumpang tersebut langsung dibawa ke dermaga dan diserahkan ke otoritas Pelabuhan Berjaya Waterfront, Malaysia, untuk mendapatkan pertolongan dan penanganan lebih lanjut.

“Setelah berhasil diselamatkan, perempuan tersebut sempat sesaat mendapat perawatan medis, hingga kemudian dipulangkan ke Batam,” ujar Erik.

Menurut Erik, saat ini penumpang wanita itu sudah sampai di Batam. Sesampainya di Batam, penumpang itu langsung dibawa ke selter BP2MI untuk penanganan lebih lanjut.

“Sudah di Batam dan dibawa ke selter,” pungkas Erik. (*)

Reporter: Yashinta

 

Update