
batampos – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah ruko tiga lantai di kawasan Seraya, Batuampar, pada Kamis (11/12) pagi. Pemilik Toko Sembako Fatur, Irwan Siregar (52), menceritakan kembali detik-detik awal sebelum api membesar dan meludeskan bangunan yang selama ini menjadi tempat usaha sekaligus tempat tinggal keluarganya. Ia mengatakan suasana masih gelap dan tenang sebelum kepanikan mendadak terjadi.
Irwan mengaku mulai curiga ketika sekira pukul 05.30 WIB listrik di rukonya mendadak turun. Kondisi tersebut jarang terjadi, sehingga ia meminta sang istri mengecek apakah listrik di rumah warga lain juga padam.
“Awalnya breaker lampu turun. Saya minta istri lihat keluar, apakah lampu orang lain juga mati,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Istrinya kemudian melihat lampu rumah warga lain tetap menyala, menandakan hanya ruko mereka yang bermasalah. Pada saat bersamaan, anak Irwan yang hendak berangkat kerja melihat kepulan asap tebal muncul dari lantai tiga, tempat keluarga mereka tinggal. Ruko tersebut diketahui dihuni pekerja di lantai dua, sementara lantai dasar digunakan sebagai toko dan gudang sembako.
Kondisi gelap akibat asap membuat seluruh penghuni sempat salah mengira sumber api berasal dari lantai atas. Mereka bergegas naik untuk memastikan keadaan, namun tak lama kemudian terungkap bahwa api justru berasal dari lantai satu. “Dikiranya api dari lantai tiga, makanya semua naik ke atas. Ternyata apinya dari lantai satu,” kata Irwan.
Kesadaran bahwa api sudah membesar membuat Irwan langsung berteriak meminta pertolongan. Seluruh penghuni ruko keluarga dan para pekerja berhasil menyelamatkan diri melalui pintu belakang yang menghubungkan lantai tiga dan dua.
“Ada akses pintu belakang. Jadi kami bisa langsung keluar semua,” ungkapnya.
Irwan menduga sumber api berasal dari konsleting listrik pada salah satu kulkas yang berada di lantai satu. Dua unit kulkas dilaporkan hangus terbakar dan tidak dapat diselamatkan. Produk dagangan yang mudah terbakar seperti tisu dan pampers disebutnya turut mempercepat merembetnya api.
“Yang memang merembet cepat itu jualan dari tisu, pampers, itu mudah terbakar,” ujarnya.
Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp3 miliar, mencakup barang dagangan, fasilitas toko, hingga perabot ruko. Irwan menyebut kerusakan terparah terjadi di lantai dasar. “Kerusakan paling parah di lantai satu, lantai dua sebagian, lantai tiga aman. Perkiraan ada 60 persen,” tutupnya.
Api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan selesai sekira pukul 10.00 WIB. Hingga kini pembersihan sisa material masih berlangsung.
Kanit Reskrim Polsek Batuampar, Iptu M. Brata Ul Usna, membenarkan peristiwa tersebut. “Kebakaran diduga karena korsleting dari kulkas, masih didalami,” ujarnya. (*)



