Senin, 19 Januari 2026

Diduga Korupsi di SMK N 1 Batam Lebih Besar Dibanding SMA N 1 Batam, Jaksa Periksa Rekanan Pengadaan Buka dan ATK

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Batam, Wahyu Octaviandi saat memberikan materi kesadaran hukum di SMAN 3, Sabtu (12/2). F. Ryan Agung

batampos – Kejaksaan Negeri Batam tengah menghitung secara kasar kerugiaan negara atas dugaan korupsi di SMK Negeri 1 Batam. Diperkirakan, kerugiaan negara akibat dugaan tindak pidana korupsi di SMK N 1 Batam lebih besar jika dibandingkan korupsi di SMA N 1 Batam.

Sumber batampos.co.id mengatakan Kejaksaan telah menemukan kerugiaan negara atas penyelidikan dugaam korupsi di SMK N 1 Batam. Namun berapa jumlahnya, masih dalam proses perhitungan.

“Kerugiaan negara sudah ditemukan, namun belum semuanya. Diperkirakan nilai kerugiaan lebih besar dibanding korupsi di SMA N 1 Batam,” ujar sumber itu.

BACA JUGA: Jumlah Dugaan Kurupsi di SMK 1 Batam Dalam Perhitungan

Disinggung peningkatan status ke tahap penyidikan, menurutnya akan dilakukan dalam waktu dekat. Bahkan untuk pemeriksaan pihak sekolah termasuk Kepala Sekolah SMK N 1 Batam.

“Masih pengumpulan data dan bukti untuk peningkatan status ke penyidikan. Sekarang masih fokus pemeriksaan rekanan, “tegasnya.

Menurut dia, dalam penyelidikan ini pihaknya juga memperkirakan ada beberapa pihak yang bertanggungjawab. Sehingga ada kemungkinan nanti jika ada penetapan tersangka akan lebih dari satu orang.

“Untuk tersangka nanti dilihat dari proses penyidikan, bisa jadi ada beberapa orang,” imbuhnya.

Sementara, Kasi Intel Kejari Batam Wahyu Oktaviandi tak menapik penyidik telah menemukan kerugiaan negara. Namun, ia belum bisa menyampaikan lebih jelas karena masih proses penyelidikan.

“Saya tak bisa bilang sudah ditemukan, sebab masih proses perhitungan,” jelasnya.

Disinggung siapa saja yang diperiksa, menurut dia masih sama dengan yang sebelumnya. Yakni beberapa rekanan dari luar kota untuk pengadaan ATK dan Buku.

“Sudah beberapa orang lah, seperti yang disampaikan Kajari beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Berita sebelumnya, dugaan korupsi di SMK N 1 Batam sangat kuat. Ada sejumlah kegiatan di SMK N 1 Batam yang sengaja dimanipulasi sehingga menguntungkan “oknum”. Bahkan modus yang digunakan untuk melakukan korupsi, hampir sama dengan SMA N 1 Batam. Diantaranya melakukan mark up dan meminta fee kepada rekanan pegadaan barang dan jasa. Anggaran yang digunakan dari Dana BOS dan Komite tahun anggaran 2018-2020. Dugaan untuk pembelian buku, ATK dan kegiatan lainnya. (*)

Reporter : Yashinta

Update