Selasa, 17 Maret 2026

Digelar Meriah, KSM 2022 Sukses Pukau Pengunjung

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kenduri Seni Melayu (KSM) 2022. F. Disbudpar

batampos – Tiga hari digelar, pagelaran Kenduri Seni Melayu (KSM) 2022 berhasil menampilkan puluhan pelaku seni, dan aksi memukau pengunjung yang datang ke halaman parkir Habourbay.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardi Winata mengatakan penampilan tahun ini sukses menghadirkan pelaku seni Melayu dari tiga negara sekaligus. Pasca pandemi Covid-19, KSM ke-23 merupakan yang paling meriah.

“Alhamdulillah, penampilan seni berhasil menghibur bagi pengunjung yang sudah datang. Bahkan atraksi dari peserta tiga negara disambut meriah, dan kami harapkan mereka bisa kembali meramaikan di KSM tahun depan,” kata dia, Sabtu (23/7) malam.

Keseruan yang ditampilkan peserta cukup untuk menghibur dan dinikmati tamu, dan pengunjung tempat acara berlangsung. Tidak saja itu, pelaku usaha makanan atau kuliner juga mendapatkan kesempatan menjajakan kuliner mereka.

“Alhamdulillah, semua berjalan sesuai rencana. Cukup meriah, dan menarik tentunya. Ini merupakan upaya dalam melestarikan dan menampilkan kesenian Melayu yang ada di Batam, dan negara tetangga juga,” jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf yang terus mendukung kegiatan kepariwisataan Kota Batam. Kegiatan ini masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022.

“Kami juga mengucapkan Harbourbay yang telah menyediakan tempat penyelenggaraan KSM tahun ini,” ucapnya.

KSM ini dalam rangka memajukan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), yang didalamnya terkandung 10 unsur yakni tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

Ia menyebutkan ada 35 sanggar seni yang tampil di KSM kali ini. Sanggar tersebut berasal dari Provinsi Kepri, dan provinsi se-Sumatera. Dari mancanegara dari Malaysia dan Brunei Darussalam.

“KSM tahun ini ada pergerakan ekonomi, ada bazar kuliner sehingga pengunjung bisa menikmati kuliner tradisional maupun kekinian,” ujarnya.

Ia kembali mengundang para peserta untuk tampil di panggung KSM 2023. “Sampai jumpa di KSM tahun depan. Kita gelorakan kesenian Melayu dan terus lestarikan,” katanya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Batam, Pebrialin yang turut hadir dalam penutupan acara mengungkapkan, Pemko Batam berupaya melestarikan, dan menampilkan kesenian khas Melayu, dan mengundang tamu dari luar daerah, hingga negara tetangga.

“Berbagai atraksi ini sangat menarik. Didukung lampu, dan peserta yang sangat enerjik. Beruntung semua terhibur dengan aksi panggung ini,” kata dia.

Pebrialin mengapresiasi KSM digelar setiap tahun. Sebagai bentuk kecintaan budaya Melayu. KSM ini dimulai sejak tahun 1999. Selain melestarikan seni dan budaya Melayu, lewat KSM ini dapat meningkatkan inovasi dan kreatifitas peserta.

“Luar biasa penampilan dari berbagai daerah, seni Melayu tetap terjaga,” ucapnya.

Penampilan seperti joget lambak atau joget dangkong, joget lambak bersama, dan sejumlah kesenian juga sudah disuguhkan. Sanggar Seri Melayu dari Kota Pekan Baru menampilkan tari zapin.

Sementara untuk Kota Batam, Sanggar Wansendari menampilkan tari berjudul Syariful Anam atau prosesi cukur rambut anak bayi yang berusia 40 hari sampai 2 tahun. Prosesi ini merupakan warisan budaya tak benda dari bumi Melayu. Sanggar Mawar Tanjung dari Kabupaten Karimun dengan tema sarung. Gerakannya mengunakan properti sarung.

Malam penutupan ini penampilan dari Seri Irwarna Tari Dance Studio Johor dan Kris Karmila merupakan penyanyi dan penulis dari Brunei Darussalam menyanyikan lagu berjudul tekad. (*)

 

 

Reporter : YULITAVIA

SALAM RAMADAN