Sabtu, 7 Maret 2026

Dilakukan Menjelang Sahur, Balap Liar di Mata Kucing Meresahkan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi balap liar.

batampos – Aktivitas kelompok motor dan balap liar kembali marak di Jalan Diponegoro, tepatnya di kawasan Mata Kucing, Kecamatan Batuaji, Batam. Jalan tersebut bahkan dijadikan lintasan balap liar oleh sejumlah pemuda menjelang waktu sahur.

Warga setempat mengaku aktivitas ini sudah kembali terlihat dalam beberapa hari terakhir dan menimbulkan keresahan bagi pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

Satria, warga Batuaji, mengatakan kelompok motor mulai berkumpul di lokasi itu sejak dua malam terakhir. Mereka tidak hanya menonton balapan, tetapi juga memadati sisi jalan.

“Sudah dua malam ini ramai lagi. Ada yang balap, ada juga yang hanya nongkrong di pinggir jalan,” ujarnya.

Baca Juga: Hakim PN Batam Vonis 5 Tahun Terhadap Fandi ABK Kapal Bawa Sabu Hampir 2 Ton

Menurutnya, keberadaan kelompok motor tersebut berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas. Pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati karena jalan kerap dipenuhi orang dan motor yang berhenti di badan jalan.

“Kalau lewat harus pelan-pelan dan hati-hati. Takutnya tiba-tiba ada motor yang ngebut,” katanya.

Selain membahayakan pengguna jalan, kawasan tersebut juga pernah menjadi lokasi bentrokan antar kelompok motor. Dua kelompok sempat terlibat kericuhan dengan saling melempar batu dan menyerang menggunakan broti.

Sementara itu, Rahmat, warga Tiban, menilai kawasan tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dari aparat keamanan. Ia mengusulkan pembangunan pos polisi serta pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sepanjang jalan tersebut.

Baca Juga: Komisi Yudisial Pantau Langsung Sidang Vonis Kasus Sabu Hampir 2 Ton di PN Batam

“Kalau bisa ada pos polisi dan CCTV. Jalan ini dari dulu memang rawan, sekarang malah banyak jadi tongkrongan kelompok motor,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan pos polisi dapat menjadi langkah pencegahan yang lebih efektif untuk mengurangi aksi balap liar yang kerap muncul menjelang sahur.

“Kalau hanya patroli, biasanya setelah petugas pergi mereka kembali lagi. Jadi solusinya memang harus ada pos polisi,” tutupnya. (*)

SALAM RAMADAN