
batampos – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan antusias warga untuk berbelanja di pasar murah cukup baik. Hal ini terlihat dari barang komoditi yang dijual distributor laku dan diborong pembeli.
Meskipun digelar terbatas dari pukul 09.00 WIB, antusias warga untuk berbelanja sangat tinggi hingga kegiatan ditutup. Bahkan distributor mendatangkan barang komoditi hingga dua kali ke lokasi pasar murah.
“Alhamdulillah apa yang digelar Pemko Batam sukses dan disambut antusias bagi warga, yang memang saat ini cukup mengeluh karena kenaikan harga. Di pasar ini harga lebih murah dibanding di pasar biasanya,” kata dia, Selasa (29/3).
Melihat antusias masyarakat yang tinggi, tidak tertutup kemungkinan kegiatan ini bisa juga digelar selama bulan puasa yang tinggal menghitung hari. Tidak dipungkiri semakin tinggi permintaan, harga di pasar cukup terpengaruh.
“Kami akan melihat perkembangan dulu. Sebenarnya kalau memang dibutuhkan kami akan gelar. Nanti Pak Zul Arif dan distributor yang akan membahas ini,” sebutnya.
Lanjut Amsakar, tentu untuk menggelar pasar murah selama Ramadan membutuhkan persiapan dari segala aspek. Karena pasar murah ini sifatnya kerja sama antara pemerintah dengan distributor.
“Berbeda dengan sembako murah. Karena itu pakai APBD dan Pemko yang atur semua. Kalau pasar murah ini melibatkan kurang lebih 64 distributor, dan ini jumlahnya tidak sedikit. Tentu butuh kesanggupan dari mereka juga,” terangnya.
Untuk itu, jika nanti ada masukan dan saran untuk digelar kembali, pihaknya tentu sangat mendukung. Karena pemerintah di sini berperan dalam mengendalikan harga. Sebab akan berpengaruh terhadap inflasi Kota Batam ke depannya.
“Sejauh ini memang responnya sangat positif. Karena di pasar murah ini ada minyak curah juga. Kalau di pasar jarang dijumpai, di sini ada meskipun terbatas,” ujarnya.
Komoditi yang disediakan distributor merupakan kebutuhan pokok. Seperti minyak goreng yang dijual di bawah harga pasar tentunya. Meskipun belum mampu turun ke harga semula, setidaknya harga di pasar murah ini lebih rendah dibandingkan dengan harga di pasar, ritel moderen, dan toko kelontong lainnya.
“Ini upaya kami untuk menjaga stabilitas harga. Kalau memang distributor mampu kegiatan ini bisa dilanjutkan selama Ramadan nanti. Saya ikuti perkembangan saja,” bebernya.
Ketua Distributor Batam, Aryanto mengatakan pelaksanaan pasar murah ini merupakan bentuk perhatian distributor kepada Pemko Batam. Pihaknya turut mendukung langkah pemerintah dalam mengendalikan harga.
“Kenaikan harga ini terjadi di seluruh Indonesia. Namun untuk Kepri hanya Batam yang berhasil membuat program seperti ini. Ini bentuk dukungan yang bisa kami lakukan,” ujarnya.
Mengenai kegiatan pasar murah selama Ramadan, pihaknya mengatakan itu tergantung pemerintah daerah. Karena distributor kalau dimintai untuk mendukung, sudah pasti akan melakukan, jika memang dibutuhkan.
“Kami bersyukur meskipun terbatas waktunya, sejak pagi sampai siang selalu ramai. Kami tidak mungkin jual mahal lah,” sebutnya. (*)
Reporter: YULITAVIA



