Sabtu, 17 Januari 2026

Diminati Warga Batam, Kawasan Wisata Alam Pedesaan Marina–Seitemiang Diperluas

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kawasan perkebunan agrowisata Marina saat ramai pengunjung.

batampos – Kawasan agrowisata yang membentang dari Marina hingga Seitemiang, Kecamatan Sekupang, akan diperluas seiring rencana BP Batam mengembangkan lahan eks pembangunan Masjid Mohammed bin Salman (MBS) menjadi pusat agrobisnis terpadu. Kawasan ini kian diminati warga Batam yang mencari suasana pedesaan di tengah kota.

Di sepanjang Jalan Ahmad Dahlan, warga bisa menikmati wisata alam khas perdesaan seperti kebun jambu, sawah percontohan, kolam pemancingan, serta lokasi penangkaran hewan. Lokasi ini juga menjadi tempat edukasi anak-anak mengenal pertanian dan peternakan secara langsung. Udara sejuk dan suasana hijau alami menjadikan tempat ini favorit untuk wisata keluarga.

“Kalau rindu suasana kampung, ke sini saja. Anak-anak juga bisa tahu bentuk sawah itu seperti apa,” ujar Nirmala, warga Batamcenter, saat bertamasya ke kebun jambu Marina, Minggu (20/7). Ia mengaku rutin membawa keluarganya ke lokasi tersebut untuk melepas penat sekaligus mengenalkan alam kepada anak-anaknya.

Baca Juga: Driver Maxim di Batam Jadi Korban Pengeroyokan dan Penikaman, 1 Pelaku Ditetapkan Tersangka

Tak hanya ramai dikunjungi wisatawan lokal, kawasan ini juga menjadi ladang ekonomi bagi warga sekitar. Petani di Marina dan Seitemiang mengelola lahan pertanian, kebun jagung, kolam ikan, hingga kandang ternak sapi dan kambing. Aktivitas ini sudah berlangsung sejak lama dan kini mulai mendapat perhatian pemerintah.

BP Batam melalui kebijakan pengelolaan aset negara berencana mengintegrasikan kawasan agrowisata yang sudah eksis ini dengan lahan eks Masjid MBS yang akan difungsikan sebagai zona pertanian dan peternakan terpadu. Langkah ini bertujuan mengembangkan kawasan agribisnis yang modern, produktif, dan berorientasi wisata.

“Kami sangat mendukung kalau lahan ini dijadikan agrowisata dan agrobisnis. Karena kami memang sudah lama bertani di sini, dan ini bisa jadi daya tarik wisata juga,” ujar Hasim, seorang petani Seitemiang yang sudah lebih dari satu dekade mengelola kebun di kawasan tersebut.

Sementara Amir, peternak di Seitemiang, juga menyambut baik rencana tersebut karena selama ini warga kerap dihantui kekhawatiran penggusuran. “Kalau sudah ditetapkan jadi kawasan agrobisnis, kami bisa beternak dan bertani dengan tenang. Ini kabar baik,” katanya.

Baca Juga: Pilih Sekolah Swasta, 2.440 Siswa SD dan 1.430 Siswa SMP di Batam Bakal Dapat Subsidi Biaya SPP

Rencana pengembangan ini dinilai mampu mendongkrak sektor wisata alternatif di Batam yang selama ini didominasi wisata belanja dan bahari. Konsep wisata berbasis pertanian dan lingkungan diyakini bisa menjadi daya tarik baru, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

BP Batam juga menyebut kawasan tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti jalan akses, area edukasi, serta tata kelola zonasi yang jelas. Dengan perluasan kawasan ini, masyarakat bisa menikmati wisata ala pedesaan yang lebih luas, rapi, dan terintegrasi.

“Kami ingin suasana alami ini tetap terjaga. Kalau dikelola dengan baik, ini bisa jadi kebanggaan Batam dan tempat belajar yang menyenangkan bagi anak-anak,” tutup Nirmala. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Update