Rabu, 11 Februari 2026

Dinilai Sebarkan Hoaks, Soerya Respationo Laporkan Sarafudin Aluan ke Polisi

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

batampos – Ketua DPD PDI-P Kepri, Soerya Respationo melaporkan Sarafudin Aluan anggota Tim Khusus Gubernur Kepri Ansar Ahmad ke Polda Kepri, Jumat (30/9/2022). Pelaporan ini diduga akibat penyebaran berita hoaks.

Ketua DPD PDI-P Kepri, Soerya Respationo (tengah).

“Berita hoaks ini disebarkan di grup WhatsApp Kepri Discussion,” kata Soerya usai membuat laporan di Mapolda Kepri, Jumat (30/9).


Soerya mengatakan berita yang disebarkan oleh Sarafudin sepenuhnya bohong. Berita yang disebarkan tersebut yakni Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).

“Berita hoaks ini tidak hanya disebarkan aluan (Sarafudin), tapi juga dia mengomentari pada PDI-P memberikan preseden,” ucap Soerya.

Atas dasar hal itulah, membuat Soerya dan jajaran DPD PDI-P Kepri melaporkan anggota tim khusus Gubernur Kepri Ansar Ahmad ke kepolisian.

Soerya menilai penyebaran berita hoaks ini merugikan nama baik Hasto dan PDIP-P.

“Perbuatan yang bersangkutan tentu dilakukan tergesa-gesa tanpa mengetahui kebenarannya,” ujar Soerya.

Soerya mengatakan banyak kader PDI-P melaporkan hal ini. Sehingga demi meredam gejolak para kader, Soerya mengambil langkah hukum

“Karena penyebaran berita itu dilakukan lewat medsos, maka yang bersangkutan dilaporkan atas pasal 37 ayat 3 UU ITE. Karena selain membagikan atau meneruskan berita yang keliru, yang bersangkutan juga menambahkan komentar terkait berita itu,” ungkap Soerya.

Saat ditanyakan mengenai penyebaran berita bohong ini, Soerya mengatakan Lis Darmansyah yang pertama kali mengetahuinya 29 September pukul 12.40.
“Demi meredam gejolak, makanya kami cepat-cepat membuat laporan ke sini,” ucapnya.
Soerya meminta kepada seluruh pengurus, kader, dan simpatisan PDI-P di Kepri, jangan bergerak masing-masing.

“Percayakan semua penyelesaiannya ke polisi lewat prosedur hukumnya,” ujarnya.

Sarafudin Aluan meminta maaf atas perbuatannya. Ia mengatakan saat iru sedang diskusi mengenai labuh jangkar di WhatsApp grup.

Lalu, ada berita yang terbaca oleh dirinya. Sarafudin ingin mengkofirmasi berita ini grup PPP. Namun, karena lagi aktif bahas labuh jangkar di Kepri Discusion, menurut Sarafudin berita itu tidak sengaja diteruskan ke grup tersebut.
“Kalimat tsb (tersebut) dari org (orang) lain, tdk (tidak) ada satu kata yg (yang) saya tambah,” kata Sarafudin melalui pesan singkat di WhatsApp.

Sarafudin mengaku akan menyampaikan permohonan maaf langsung ke Soerya, Lis Darmansyah dan Jumaga Nadeak. (*)

Update