Kamis, 15 Januari 2026

Dinkes Batam Antisipasi Lonjakan COVID-19, Perketat Pemantauan dan Edukasi Warga

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi.

batampos– Meningkatnya kasus COVID-19 di sejumlah negara Asia seperti Singapura dan Thailand mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk mengeluarkan Surat Edaran Nomor SR.03.01/C/1422/2025 pada 23 Mei 2025.

Edaran tersebut meminta seluruh daerah meningkatkan kewaspadaan meski secara nasional tren kasus saat ini menunjukkan penurunan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menegaskan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti surat edaran tersebut dengan mengambil sejumlah langkah preventif untuk mencegah potensi lonjakan kasus di wilayah Batam.

“Kami tetap siaga. Meski kondisi relatif aman, posisi Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura membuat kami tidak boleh lengah,” ujar Didi, Minggu (1/6).

BACA JUGA: Covid Naik di Singapura, Batam Tidak Mau Lengah

Salah satu langkah utama yang dilakukan Dinkes adalah memperkuat pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Sistem ini digunakan untuk memantau tren penyakit menular, termasuk COVID-19, secara mingguan di seluruh fasilitas kesehatan.

“SKDR menjadi alat penting kami untuk mendeteksi potensi lonjakan kasus sejak dini. Data yang dikumpulkan dari puskesmas dan rumah sakit dipantau secara ketat setiap minggu,” kata Didi.

Didi juga mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan meskipun pandemi sudah melandai. Ia menekankan pentingnya memakai masker saat bergejala, menjaga jarak saat berada di kerumunan, dan rutin mencuci tangan.

“Meski kasus sudah turun, bukan berarti virus sudah hilang. Disiplin prokes tetap jadi tameng utama kita,” tegasnya.

Selain itu, Dinkes juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui promosi kesehatan di puskesmas. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pengenalan gejala COVID-19.

“Kalau masyarakat paham gejalanya, mereka bisa segera memeriksakan diri. Ini penting untuk memutus rantai penularan,” tambahnya.

Dinas Kesehatan Batam juga memperkuat koordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan di kota ini. Puskesmas, rumah sakit, dan klinik diminta untuk memastikan kesiapan alat, tenaga medis, serta prosedur penanganan bila terjadi lonjakan kasus.

“Kita pastikan seluruh fasilitas kesehatan siap, baik dari segi pelayanan, logistik, hingga pelaporan kasus,” kata Didi.

Didi mengingatkan bahwa posisi Batam yang menjadi pintu gerbang keluar-masuk warga dari dan ke Singapura menjadikan daerah ini memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyebaran virus.

“Oleh karena itu, langkah antisipatif harus dilakukan lebih awal. Kita tidak ingin kecolongan,” ujarnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Didi berharap masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Ia mengajak seluruh warga untuk tidak lengah dan tetap mendukung upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah.

“Mari jaga kesehatan bersama-sama agar Batam tetap aman dan terkendali,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga

Update