Kamis, 15 Januari 2026

Dinkes Batam Prioritaskan Cek Kesehatan Gratis dan Pemberantasan TBC Sepanjang 2026

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta pemberantasan penyakit tuberkulosis (TB) sepanjang tahun 2026. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos.

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta pemberantasan penyakit tuberkulosis (TB) sepanjang tahun 2026. Kedua program tersebut dinilai strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus sejalan dengan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan fokus tersebut tidak terlepas dari pentingnya upaya pencegahan penyakit melalui deteksi dini, serta masih tingginya beban kasus TB baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Untuk tahun ini, kita masih memfokuskan program pada CKG dan pemberantasan TBC. Ini menjadi prioritas utama Dinas Kesehatan Batam,” ujar Didi, Rabu (14/1).

Program Cek Kesehatan Gratis dirancang untuk memperkuat sistem deteksi dini berbagai penyakit di masyarakat. Melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin dan menyeluruh, penyakit dapat diketahui sejak tahap awal sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Menurut Didi, deteksi dini bukan hanya berdampak pada kualitas hidup masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam menekan pembiayaan kesehatan jangka panjang, baik bagi masyarakat maupun pemerintah.

“Kalau penyakit ditemukan lebih awal, penanganannya tentu lebih ringan. Ini bisa mencegah risiko komplikasi dan mengurangi beban biaya pengobatan di kemudian hari,” jelasnya.

Di Kota Batam sendiri, Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang digulirkan Pemerintah Kota Batam sepanjang tahun 2025 telah memberikan hasil yang cukup signifikan. Tercatat lebih dari 144 ribu warga Batam telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.

Didi merinci, total sasaran PKG di Batam mencapai 1.276.930 orang. Hingga akhir Desember 2025, jumlah masyarakat yang mendaftar melalui sistem ASIK mencapai 189.215 orang atau sekitar 14,81 persen dari total sasaran.

“Dari jumlah pendaftar tersebut, lebih dari 144 ribu orang hadir dan menjalani pemeriksaan kesehatan,” ungkapnya.

Meski demikian, Dinkes Batam mengakui masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan cakupan pemeriksaan kesehatan masyarakat agar target sasaran dapat tercapai secara optimal. Upaya sosialisasi dan edukasi akan terus diperkuat agar semakin banyak warga yang memanfaatkan program ini.

Selain CKG, perhatian serius juga diberikan pada program pemberantasan tuberkulosis. Saat ini, Indonesia masih menghadapi persoalan besar terkait penyakit menular tersebut. Berdasarkan data nasional, Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan jumlah kasus TBC terbanyak setelah India.

“Kondisi ini menjadi tantangan bersama, termasuk di daerah. Karena itu, penemuan kasus secara aktif dan kepatuhan pengobatan menjadi kunci dalam upaya pengendalian TBC,” kata Didi.

Ia menambahkan, keberhasilan program pemberantasan TBC tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga pada peran serta masyarakat. Oleh karena itu, kampanye kesehatan, edukasi, serta dukungan lintas sektor perlu terus diperkuat.

“Kami melihat perlu adanya penguatan kampanye dan sosialisasi agar antusiasme serta dukungan masyarakat terhadap program kesehatan, khususnya pemberantasan TBC, bisa terus meningkat,” pungkasnya. (*)

Update