Rabu, 28 Januari 2026

Dinkes Batam Targetkan Three Zero Kasus HIV/AIDS

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinkes Batam dr. Didi Kusmarjadi, SpOG.

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam melaporkan perkembangan terbaru kasus HIV/AIDS sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 671 kasus baru ditemukan, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 822 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, penurunan angka tersebut menjadi indikator positif dari berbagai upaya sosialisasi dan penanganan yang telah dilakukan. Meski demikian, pengendalian HIV/AIDS tetap menjadi prioritas utama.

“Walaupun ada penurunan, ini bukan berarti kita bisa lengah. Target kita tetap Three Zero, yakni nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol stigma,” katanya, Selasa (27/1).

Tantangan penanganan HIV/AIDS tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga persoalan sosial yang menyertai, terutama stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Baca Juga: Dinkes Waspada Terhadap Masuknya Virus Nipah, Rumah Sakit Sudah Siap jika Ada Suspek

Untuk itu, Dinkes Batam memaparkan lima langkah konkret yang terus diperkuat dalam upaya pencegahan dan penanganan.

Pertama, pendampingan sosial terhadap ODHA dengan meningkatkan pengawasan kepatuhan pengobatan serta memastikan kesinambungan layanan kesehatan tanpa terputus. Kepatuhan terapi antiretroviral (ARV) dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas hidup pasien sekaligus menekan risiko penularan.

Kedua, pengurangan stigma dan diskriminasi melalui edukasi publik secara berkelanjutan. Didi menilai, masih banyak masyarakat yang enggan memeriksakan diri karena takut dikucilkan. Padahal, deteksi dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa HIV bukan lagi vonis mati jika ditangani dengan benar. Dengan menekan stigma, kita membuka pintu bagi mereka untuk mendapatkan layanan kesehatan sedini mungkin,” katanya.

Ketiga, pemberdayaan ekonomi bagi kelompok rentan. Dinkes berupaya mendorong kemandirian ekonomi sebagai bagian dari strategi menekan faktor risiko sosial yang kerap menjadi pemicu penularan.

Keempat, memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan membangun jejaring antara Dinkes, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta komunitas peduli HIV/AIDS guna memperluas jangkauan edukasi dan layanan.

Baca Juga: Suplai Air Bersih Lewat Tangki Bantu Warga Batuampar, Aliran Air Berangsur Normal

Kelima, pendekatan keluarga sebagai sistem dukungan utama bagi ODHA. Lingkungan keluarga yang menerima dan suportif dinilai berperan besar dalam menjaga kesehatan mental dan motivasi pasien untuk menjalani pengobatan secara rutin.

Capaian penurunan kasus tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, komunitas, hingga masyarakat luas. Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar kerap muncul dari rasa takut terhadap stigma sosial.

Dinkes Batam pun mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan secara berkala bagi yang berisiko, serta menciptakan lingkungan yang inklusif dan tidak diskriminatif terhadap para penyintas.

“Penanganan HIV/AIDS bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang untuk hidup sehat dan produktif,” ujar dia. (*)

ReporterArjuna

Update