Rabu, 21 Januari 2026

Dinkes Siaga, Campak Meningkat di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
dr. Didi Kusmarjadi, SpOG.

batampos – Kasus campak kembali menghantui sekolah-sekolah di Batam. Dalam satu kelas, satu anak sakit dapat dengan cepat menular ke siswa yang lain, membuat kekhawatiran orang tua meningkat. Terlebih lagi sejumlah fasilitas kesehatan mulai dipadati pasien. Rumah sakit dan klinik di berbagai kecamatan pun ramai oleh pasien demam, batuk, hingga gejala campak dalam beberapa pekan terakhir.

Seorang warga, Rina, 32, mengaku cemas melihat penyebaran campak begitu cepat.“Di sekolah anak saya, awalnya satu anak saja yang kena. Dua hari kemudian sudah nambah lagi. Anak-anak kan belajar dalam satu ruangan, jadi cepat sekali nularnya,” ujarnya, Jumat (14/11).

Ia juga mengatakan banyak orang tua mulai waswas karena sejumlah klinik terlihat penuh saat berobat.

Warga lainnya, Sandi, 40, menyebut kondisi sekolah membuat orang tua lebih waspada.“Kalau ada yang batuk atau demam, langsung kami suruh pulang. Takutnya campak. Anak-anak itu kan dekat sekali duduknya, kena satu bisa kena semua,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, menyampaikan bahwa tidak semua pasien campak harus dirawat di rumah sakit.

“Campak saja tanpa komplen tidak harus dirawat. Kemungkinan kasus muncul karena vaksin tidak lengkap pada anak serta faktor berkumpul dalam satu ruangan belajar,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi siswa yang berada lama dalam kelas menyebabkan terjadinya kontak erat, sehingga risiko penularan campak meningkat tajam.

Campak merupakan salah satu penyakit dengan tingkat penularan tertinggi. Anak yang tidak memiliki kekebalan lengkap sangat rentan tertular ketika ada kasus di ruang belajar.

“Kalau satu anak kena, yang lain bisa langsung ikut. Apalagi kalau vaksin tidak lengkap,” tambah Didi.

Dinkes Batam telah menginstruksikan seluruh puskesmas memperketat pemantauan dan cepat merespons bila ditemukan klaster kasus di sekolah. Program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang saat ini masih berlangsung juga menjadi bagian dari penguatan imunisasi.

“Untuk campak bisa langsung ke puskesmas. Kami imbau orang tua segera memberikan vaksin MR kepada anak,” katanya.

Adapun jadwal vaksinasi Campak/MR yakni usia 9 bulan: MR1, usia 18 bulan: MR2 dan Kelas 1 SD: Imunisasi BIAS MR. Bagi yang belum pernah vaksin sama sekali bisa diberikan kapan saja, lalu dosis kedua minimal satu bulan setelahnya.

“Segera vaksin MR di puskesmas terdekat. Saat ini ada peningkatan kasus campak di sekolah-sekolah. Vaksin adalah perlindungan terbaik bagi anak dan keluarga,” tegas Didi.

Dengan meningkatnya pasien demam, ISPA, dan gejala campak, Dinkes berharap masyarakat tidak menunda imunisasi agar fasilitas kesehatan tidak kembali kewalahan menghadapi lonjakan kasus. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update