
batampos – Perekrutan atau ekspolitasi wanita di Kota Batam kini dilakukan terang-terangan. Pihak agensi mencari korban melalui media sosial dengan membiayai keberangkatan korban dari kampung halaman dan menawarkan gaji tinggi.
Seperti yang dialami wanita berinisial Ev, pekerja hiburan malam kawasan Nagoya. Wanita asal Palembang ini bekerja ke Batam dari info lowongan kerja di live TikTok.
“Banyak itu live di medsos, biasanya tengah malam. Untuk gaji ditawarkan mulai Rp 8 juta, dan ada bonus,” ujarnya.
Ia mengatakan seluruh wanita yang didatangi dari kampung halaman tersebut akan ditempatkan di mess. Para pekerja ini diakomodir seseorang yang dipanggil papi atau mami.
“Tapi pada live (TikTok) itu tidak dijelaskan detail kerjanya apa, hanya disampaikan persyaratannya berpenampilan menarik. Di Batam baru dijelaskan kerjanya seperti apa. Menemani tamu (LC),” katanya.
Baca Juga: Putri Diikat, Disiksa 3 Hari, Mulut Terlakban, Wajah Disemprot Air
Menurut dia, banyak wanita yang terpaksa bekerja untuk melayani pria hidung belang. Namun, para pekerja tersebut terkendala mengganti uang transportasi ke Batam dan kepulangannya.
“Makanya ada yang sampai disiksa, karena pekerjaannya tidak sesuai harapan,” ungkapnya.
Ia sendiri mengaku tidak ada masalah dengan pekerjaannya saat ini. Sebab, ia selalu mengikuti permintaan agensi.
“Kalau ada yang booking di luar jam kerja juga ya ikuti saja. Intinya gimana pelayanan kita juga di tempat hiburan, karena kerja kita dilaporkan ke agensi,” tutupnya.
Sebelumnya, kasus dugaan penganiayaan pekerja wanita sempat menggegerkan Batam pada tahun lalu. Gadis asal Tanggerang berinisial DSF, 19, kritis di Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB).
Baca Juga: Putri Bukan LC, Polisi Telusuri Dugaan Penjebakan dan Eksploitasi yang Berujung Penyiksaan Putri
Awalnya, gadis ini dijanjikan bekerja di salon kawasan Nagoya. Namun, ia dilarikan rekannya ke rumah sakit karena mengalami lebam pada seluruh tubuh.
Kisah lebih miris kini dialami Dwi Putri Aprilian Dini (25). Perempuan asal Lampung Barat itu disiksa oleh pengelola agency hiburan di salah satu rumah di Jodoh Permai hingga berujung kematian. (*)
Reporter: Yofi Yuhendri



