Jumat, 9 Januari 2026

Dirkrimsus Polda Kepri Pantau Harga Beras Batam, Pastikan Sesuai HET

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Direktur Reskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora. F. Yashinta/Batam Pos

batampos – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kepulauan Riau memastikan akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek kebenaran informasi melonjaknya harga beras di pasaran Batam. Langkah ini dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait kenaikan harga kebutuhan pokok yang dinilai semakin memberatkan.

Direktur Reskrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Simamora, mengatakan pihaknya akan memastikan apakah kenaikan harga beras di lapangan masih sesuai dengan ketentuan dan data resmi yang berlaku.

“Nanti kita cek dulu ya,” ujar Silvester, Senin (4/1).

Baca Juga: Ketua DPRD Batam: Bangun Kota Butuh APBD Minimal Rp10 Triliun per Tahun

Silvester menegaskan, kepolisian tidak memiliki kewenangan untuk mengatur atau menetapkan harga pasar. Namun, pengawasan tetap dilakukan guna memastikan tidak terjadi pelanggaran, seperti permainan harga, penimbunan, atau lonjakan yang tidak wajar.

“Yang salah itu kalau kami mengatur harga. Sepanjang ini kami menjalankan proses pemantauan harga pangan,” katanya.

Ia mengakui, sejumlah komoditas pangan memang mengalami kenaikan harga, terutama setelah perayaan Natal dan menjelang Ramadan. Kondisi tersebut turut berdampak pada harga beras dan daging di pasaran.

Baca Juga: Walikota Batam Amsakar Achmad Minta ASN Jangan Perbanyak Acara Seremonial Tetapi Bekerja Serius Untuk Masyarakat

Meski demikian, Ditkrimsus Polda Kepri memastikan pemantauan harga akan terus dilakukan. Pihaknya akan mencatat perkembangan harga dan memastikan kesesuaiannya dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Nanti kami catat dan pantau. Apakah harga masih akan turun atau bagaimana. Kami upayakan agar tetap mengikuti HET,” jelas Silvester.

Ia juga menegaskan, pihaknya akan kembali turun ke pasar untuk melihat kondisi riil di lapangan sekaligus mencari solusi agar masyarakat tetap terlayani dan harga tidak melonjak berlebihan.

“Kami akan cek lagi ke pasar, melihat apa yang terjadi di lapangan. Kami cari solusi supaya masyarakat terlayani dan harga tidak berlebihan,” tegasnya.

Sebelumnya, harga beras di pasaran Batam terpantau masih tinggi dalam dua bulan terakhir. Dalam periode tersebut, harga beras dilaporkan naik hingga tiga sampai empat kali, dengan besaran kenaikan berkisar Rp1.500 hingga Rp3.000 per kilogram.

Pantauan di lapangan menunjukkan harga beras termurah kini berada di kisaran Rp13.500 per kilogram. Padahal sebelumnya, beras masih dapat ditemukan di kisaran Rp11.500 per kilogram. Kenaikan ini dinilai memberatkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner kecil.

Rahma, seorang ibu rumah tangga di Batam, mengaku terpaksa menambah anggaran belanja bulanan akibat kenaikan harga beras.

Baca Juga: RSBP Batam Jadi Rumah Sakit Pertama di Kepri Kantongi Sertifikat Halal

“Saat ini beras medium rata-rata sudah di atas Rp13 ribu per kilo. Kalau yang premium sudah sampai Rp16.500,” katanya.

Dampak kenaikan harga juga dirasakan pelaku usaha kecil. Sari, pemilik warung makan di kawasan Batam Center, menyebut biaya operasional usahanya ikut meningkat.

“Kalau harga beras naik, kami serba salah. Mau menaikkan harga makanan takut pembeli sepi, tapi kalau tidak dinaikkan, untungnya hampir tidak ada,” ujarnya.

Sementara itu, Faisal, karyawan swalayan di kawasan Nongsa, mengatakan kenaikan harga beras dalam satu bulan terakhir cukup signifikan.

“Naiknya sekitar Rp1.500 sampai Rp3.000 per kilo. Dalam satu bulan ini sudah naik tiga kali. Sekarang memang sudah tidak ada lagi harga di bawah Rp12 ribu,” katanya.

Meski harga beras naik, Faisal menilai daya beli masyarakat masih relatif bertahan karena beras merupakan kebutuhan pokok. (*)

ReporterYashinta

Update